Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Polisi Bagikan Air Mineral hingga Roti ke Massa Demo Ojol di Jakpus
Advertisement . Scroll to see content

Demo di DPR Memanas, Mahasiswa Lempar Botol Plastik dan Turun ke Jalan Tol

Senin, 23 September 2019 - 20:49:00 WIB
Demo di DPR Memanas, Mahasiswa Lempar Botol Plastik dan Turun ke Jalan Tol
Ribuan mahasiswa berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019) malam. (Foto: iNews.id/Felldy Utama).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta belum berakhir. Ribuan mahasiswa bertahan di Jalan S Parman hingga malam. Aksi bahkan memanas.

Berdasarkan pantauan, Senin (23/9/2019) aksi demo diwarnai aksi pelemparan botol plastik hingga bambu ke arah gedung DPR. Sejumlah aparat kepolisian berusaha menenangkan mahasiswa tersebut.

Saat polisi menyerukan imbauannya, aksi pelemparan mereda. Namun ketika orator menyampaikan bahwa 58 perwakilan mahasiswa yang masuk ke dalam gedung DPR belum juga keluar, mahasiswa kembali meradang.

Aksi pelemparan botol plastik pun kembali terjadi. Sejumlah mahasiswa bahkan mencoba memberhentikan mobil-mobil yang melintas di jalan Tol Dalam Kota. Sebagian lainnya mulai memanjat gerbang Gedung DPR.

Dari atas mobil barikade, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hary Kurniawan meminta masyarakat untuk tidak melakukan aksi tersebut.

"Adik-Adik, jangan lakukan aksi itu, mereka itu saudara-saudara kita, orang tuakita yang baru pulang kerja. Kasihan mereka, ayo kembali naik ke atas," ujar Hary, mengimbau mahasiswa untuk tidak turun ke jalan.

Namun, imbauan tersebut diabaikan. Aksi sempat menjurus beringas. Tetapi orator di atas mobil komando meminta teman-temannnya untuk kembali.

Aksi turun ke jalan tol itu pun sempat membuat arus lalu lintas di jalan tol yang mengarah ke Slipi tersendat.

Besok Aksi Lebih Besar
Aksi unjuk rasa yang tidak berakhir hari ini. Aliansi mahasiswa itu berjanji akan menggelar aksi serupa dengan kekuatan lebih besar, Selasa (24/9/2019) besok.

"Kami pastikan tidak ada kepentingan politik yang menunggangi aksi ini. Kami semata-mata menuntut penuntasan agenda reformasi yang sudah berumur 21 tahun, tapi belum juga tuntas," ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Manik Marganamahenda, di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Dia menuturkan, mahasiswa mendesak agar upaya pemberantasan KKN dan penegakan demokrasi dilakukan. Selain itu perlindungan terhadap hak rakyat untuk berpendapat, penghormatan perlindungan dan pemenuhan HAM, dan keterlibatan rakyat dalam proses pengambilan kebijakan.

(Foto: Antara/M Risyal Hidayat).

Aliansi mahasiswa juga menuntut perlunya restorasi perlindungan sumber daya alam, pelaksanaan reformasi agraria dan tenaga kerja dari ekonomi yang eksploitatif, merestorasi kesatuan bangsa dan negara dengan penghapusan diskriminasi antaretnis, pemerataan ekonomi, dan perlindungan bagi perempuan.

"Kami juga menuntut agar sejumlah Rancangan Undang-undang bermasalah seperti RKUHP, UU KPK, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, maupun RUU SDA ditunda pengesahannya karena bermasalah," kata dia.

Manik menambahkan, puncak aksi mahasiswa yang akan digelar besok merupakan lanjutan dari aksi-aksi yang sudah dilakukan oleh BEM UI bersama dengan BEM lainnya dari seluruh Indonesia.

Sementara itu Perwakilan dari BEM Seluruh Indonesia, Cahya Muhammad mengaku akan turun dalam puncak aksi mahasiswa tersebut. Aksi mahasiswa digelar pada 23 September dan 24 September.

Aksi mahasiswa besok akan digelar di depan Istana Merdeka pada pagi hari dan di depan Gedung DPR sorenya.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut