Demonstrasi Mahasiswa di DPR, Yenny Wahid Minta Pemerintah dan DPR Berjiwa Besar

Aditya Pratama ยท Rabu, 25 September 2019 - 20:09 WIB
Demonstrasi Mahasiswa di DPR, Yenny Wahid Minta Pemerintah dan DPR Berjiwa Besar

Yenny Wahid. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id – Tokoh nasional menyoroti demonstrasi berujung ricuh yang melibatkan kaum tani dan mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia, Selasa (24/9/2019) kemarin, di depan Gedung DPR/MPR. Aksi demonstrasi tersebut menuntut agar DPR tidak mengesahkan beberapa revisi atau rancangan undang-undang (RUU) yang dinilai merugikan masyarakat.

Putri mendiang Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid, turut menyuarakan pendapatnya terkait aksi demonstrasi tersebut. Menurut dia, sudah semestinya para elite penguasa di negeri ini menyikapi aspirasi rakyat Indonesia.

“Kita mengimbau pemerintah dan DPR dan seluruh elite politik di Indonesia agar berjiwa besar dalam menyikapi masukan-masukan yang telah diberikan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya,” ujar Yenny dalam konferensi pers di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019).

Mantan sekretaris jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengapresiasi sikap mahasiswa yang memperlihatkan ekspresi dalam berdemokrasi. “Mereka menunjukkan proses partisipasi politik dalam kepedulian mereka untuk ikut menentukan masa depannya sendiri dan tentunya tetap dalam bingkai demokrasi dimana di dalamnya termasuk adalah sikap untuk menghormati hasil pemilu 2019 kemarin,” kata Yenny.

Selain Yenny, turut hadir tokoh nasional lainnya dalam konferensi pers tersebut, yaitu Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie; rohaniwan Katolik, Franz Magnis Suseno, dan; Penasihat Wakil Presiden bidang Telaah Strategi, Abdillah Toha. Para tokoh itu sepakat mendorong agar mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya tetap dalam koridor hukum, menggunakan cara-cara yang damai dan juga mewaspadai supaya tidak ada pihak-pihak yang bisa menunggangi aksi-aksi mereka untuk tujuan tertentu.

“Lalu, kami juga menyerukan kepada seluruh elemen-elemen bangsa agar mengedepankan dialog, dalam menyikapi berbagai macam dinamika politik, juga termasuk kebuntuan-kebuntuan komunikasi, ini harus di cairkan kembali, sehingga tidak ada letupan-letupan yang bisa mengakibatkan konflik-konflik utamanya horizontal di tengah masyarakat,” ucap Yenni.

Terkait kericuhan yang pecah pada aksi demonstrasi tersebut, dia juga meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak menggunakan cara-cara represif dalam menangani aksi demonstrasi baik di depan Gedung DPR dan juga yang belakangan ini terjadi di Papua.

Editor : Ahmad Islamy Jamil