Densus 88 Antiteror Tangkap Lima Jaringan Afiliasi ISIS Hanya dalam 15 Hari

Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 19 Mei 2019 - 16:08 WIB
Densus 88 Antiteror Tangkap Lima Jaringan Afiliasi ISIS Hanya dalam 15 Hari

Karo Penmas Divisi Humas Mebes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror hingga pertengahan Mei telah menangkap lima jaringan yang berafiliasi dengan Kelompok Negara Islam Irak-Suriah (ISIS). Dari lima jaringan tersebut, Polri mengamankan 31 terduga teroris dan 11 bom siap ledak.

Karo Penmas Divisi Humas Mebes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, setelah melakukan penangkapan sebanyak delapan terduga teroris di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) semakin bertambah jaringan teroris yang berafiliasi dengan ISIS.

BACA JUGA:

Terduga Teroris di Bogor yang Siapkan 6 Bom pada 22 Mei Beli Bahan via Online

Terduga Teroris di Cibinong Pernah Ajak Teman Sesama Juru Parkir untuk Jihad

Terduga Teroris Jaringan ISIS Ditangkap di Bogor, Densus Sita Bahan Peledak

Dia mencatat hanya dalam waktu 15 hari pada Mei, tercatat ada lima jaringan yang berafiliasi dengan ISIS yang ditangkap. Dari jaringan yang telah ditangkap itu, semuanya memiliki kemampuan merakit bom.

"Ada lima jaringan yang semua berafiliasi ke ISIS yang sudah ditangkap Densus 88 Antiteror dalam bulan Mei ini," kata Dedi saat dihubungi iNews.id, Minggu (17/5/2019).

Lebih rinci dedi menyebut jumlah terduga teroris yang ditangkap di lima jaringan tersebut. Setelah ditelusuri dari aktor utama, setiap jaringan setidaknya memiliki lebih dari satu orang yang ditangkap.

"JAD Lampung delapan orang ditangkap, JAD Bekasi dua orang ditangkap, JAD Jawa tengah 11 orang, Firqoh Abu Hamzah (FAH) ditangkap dua orang dan JAD Jawa Barat sebanyak delapan orang," tuturnya.

Dedi menyebut, jaringan yang diamankan tersebut memiliki kemampuan merakit bom, baik manual maupun dengan teknologi. Jaringan JAD Bekasi misalnya, akan melakukan aksi bom dengan menggunakan internet.

"Densus 88 menemukan bom di Lampung tiga buah bom, JAD Bekasi sebanyak dua bom dan Firqoh Abu Hamzah sebanyak enam bom," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad