Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dewan Pers Nyatakan Inilah.com Langgar Kode Etik Jurnalistik soal Pemberitaan MNC Bank
Advertisement . Scroll to see content

Dewan Pers Tegaskan AI hanya Alat Bantu Jurnalistik, Wartawan Tetap Wajib Verifikasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:57:00 WIB
Dewan Pers Tegaskan AI hanya Alat Bantu Jurnalistik, Wartawan Tetap Wajib Verifikasi
Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Abdul Manan. (Foto: Rohman Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dewan Pers menegaskan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) hanya boleh menjadi alat bantu teknis dalam kerja jurnalistik. Proses verifikasi fakta dan tanggung jawab atas berita yang dipublikasikan tetap berada di tangan wartawan dan institusi media.

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Abdul Manan mengatakan, wartawan harus tetap menghasilkan karya jurnalistik dengan standar terbaik, mulai dari berita naratif, investigasi, laporan mendalam hingga jurnalisme data. Karena itu, AI harus diposisikan sebagai asisten, bukan pengendali kerja jurnalistik.

"Profesi wartawan adalah menghasilkan berita dengan standar terbaik yang bisa dihasilkan, baik berupa news naratif, investigatif, in-depth reporting, maupun data journalism. Poin penting yang harus menjadi concern kita bersama adalah memperlakukan AI sebagai asisten, jangan dibalik jadi majikan," ujar Manan dalam lokakarya jurnalis yang digelar PT United Tractors Tbk di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Dia mengingatkan wartawan agar tidak mengandalkan kecepatan teknologi tanpa melakukan pemeriksaan ulang. Setiap draf, data olahan, maupun hasil transkripsi yang dihasilkan AI harus diperiksa sebelum digunakan dalam pemberitaan.

Sikap kritis tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kesalahan fakta dan halusinasi informasi yang dapat dihasilkan sistem AI. Ketergantungan penuh pada teknologi tanpa verifikasi dinilai berisiko mengurangi akurasi berita.

"Begitu dia jadi asisten, dia hanya menjadi tangan kiri kita dan tidak menjadi sumber satu-satunya. Kita juga harus punya banyak kecurigaan bahwa dia belum tentu benar, sehingga perlu ada banyak verifikasi," tegas Manan.

Prinsip tersebut, menurut Manan, juga menjadi dasar pedoman penggunaan AI dalam karya jurnalistik yang disusun Dewan Pers. Pedoman itu menekankan pentingnya keterlibatan manusia dalam proses produksi berita serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

"Karya jurnalistik yang menggunakan AI harus berpedoman pada kode etik jurnalistik karena ini prinsip dasarnya. Makanya prinsipnya harus masih ada sentuhan manusia dalam produksi karya jurnalistik, meski di luar karya jurnalistik hal itu dimungkinkan," katanya.

Selain verifikasi, Dewan Pers juga mengatur transparansi penggunaan AI dalam karya jurnalistik. Pengungkapan kepada publik diperlukan apabila pemanfaatan AI memberikan dampak signifikan terhadap bentuk atau penyajian konten berita.

Pelabelan penggunaan AI antara lain diperlukan untuk karya berupa rangkuman, gambar, penyuntingan video, hingga personalisasi berbasis AI. Sementara itu, penggunaan AI sebatas mencari ide awal atau memeriksa tata bahasa dinilai tidak memberikan dampak signifikan sehingga tidak wajib diungkapkan.

"Kewajiban declare penggunaan AI itu untuk karya yang dampaknya terhadap karya jurnalistik signifikan, seperti rangkuman, gambar, editing video, atau personalisasi AI. Sedangkan untuk pencarian ide atau koreksi bahasa dianggap tidak signifikan sehingga tidak harus disebutkan," jelas Manan.

Penguatan etika dan literasi teknologi digital tersebut turut menjadi bahasan dalam lokakarya jurnalis yang difasilitasi PT United Tractors Tbk. Kegiatan ini menjadi ruang bagi awak media untuk memperluas wawasan dalam menghadapi perkembangan teknologi AI secara adaptif dan bertanggung jawab.

Direktur Corporate Human Capital, Communication and Sustainability PT United Tractors Tbk, Ari, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai forum dialog untuk mendukung peningkatan profesionalisme wartawan tanpa mencampuri independensi pers.

"Mudah-mudahan ini bukan event untuk menggurui teman-teman wartawan atau media, tapi ini ajang silaturahmi kita untuk kita sama-sama belajar selalu meningkatkan diri untuk menjadi yang terbaik," kata Ari.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut