Dewas KPK: Penyidik Stefanus Robbin Pattuju Diberhentikan dengan Tidak Hormat
JAKARTA, iNews.id - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar sidang putusan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan penyidik lembaga antikorupsi itu bernama Stefanus Robin Pattuju (SRP). Stefanus diberhentikan.
"Yang bersangkutan diputus melakukan perbutan dengan ancaman sanksi berat, yaitu pemberhentian dengan tidak hormat sebagai pegawai KPK," ujar Ketua Dewas KPK Tumpak Panggabean dalam keterangannya, Senin (31/5/2021).
Sebelumnya, Stefanus dilaporkan ke Dewas, karena Penyidik KPK itu diduga menggunakan jabatannya untuk membantu dengan tidak menindaklanjuti penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai.
Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni penyidik KPK Stefanus Robin Pattuju (SRP), Walikota Tanjung Balai periode 2016-2021 M Syahrial (MS), dan seorang pengacara bernama Maskur Husain (MH).
Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menjadi aktor dibalik pertemuan antara oknum penyidik KPK bernama Stepanus Robin Pattuju (SRP) dengan Walikota Tanjung Balai periode 2016-2021 M Syahrial (MS).
"Pada Oktober 2020, SRP melakukan pertemuan dengan MS di rumah dinas AZ (Aziz Syamsudin) Wakil Ketua DPR RI di Jakarta Selatan," ujar Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/4/2021).
Editor: Muhammad Fida Ul Haq