Di Halalbihalal DMI, Ma'ruf Amin Singgung Islam Moderat dan Tertolaknya Khilafah

Aditya Pratama ยท Rabu, 17 Juli 2019 - 12:49 WIB
Di Halalbihalal DMI, Ma'ruf Amin Singgung Islam Moderat dan Tertolaknya Khilafah

Wakil Presiden terpilih, KH Ma'ruf Amin saat acara halalbihalal Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden terpilih, KH Ma'ruf Amin turut menghadiri acara halalbihalal Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang digelar hari ini di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Ma'ruf menyampaikan soal Islam moderat dan tertolaknya khilafah.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menuturkan, Islam moderat atau wasathiyah dimaknai dengan cara berpikir dan gerakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam sambutannya, Ma'ruf pun meminta bangsa Indonesia kembali ke jati dirinya sebagai kaum tengahan.

"Cara berpikir wasathiyah itu adalah cara berpikir yang tidak rigid atau tidak kereng atau galak. Gerakannya juga wasathiyah. Islam itu agama perbaikan, yang santun," ujar dalam sambutannya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menambahkan, umat Islam di Indonesia harus saling menyayangi dan tidak saling bermusuhan. Mengingat, Indonesia bukan dimiliki segelintir orang, melainkan milik bersama.

"Dalam konteks kebangsaan, Islam wasathiyah itu yang mampu menerima NKRI. Karena NKRI bukan hanya kita, tapi berkita-kita, majemuk. Pancasila adalah titik temu," kata Ma'ruf.

Ma'ruf menegaskan, Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 adalah kesepakatan bersama untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Bila ada segelintir kelompok yang menyalahi aturan tersebut maka dengan sendirinya akan tertolak.

"Kenapa khilafah ditolak di Indonesia? (Sebenarnya) bukan ditolak, tapi tertolak karena menyalahi kesepakatan," ucap Ma'ruf.

Editor : Djibril Muhammad