Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenag Cairkan Insentif Tahap II untuk 3.102 Guru PAI Non-ASN, Segini Besarannya
Advertisement . Scroll to see content

Dialog Lintas Agama, Menag Bertemu Dubes Rusia

Jumat, 21 Mei 2021 - 06:33:00 WIB
Dialog Lintas Agama, Menag Bertemu Dubes Rusia
Menteri Agama (Menag) Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Kemenag)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama (Menag) Agama Yaqut Cholil Qoumas menggelar pertemuan dengan Duta Besar Rusia Lyudmila G. Vorobyova secara daring. Pertemuan membahas pentingnya dialog lintas agama guna mencapai perdamaian dunia.

Turut hadir mendampingi Menag dalam pertemuan tersebut Direktur Jenderal Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin. 

Menag Yaqut menuturkan  agama memiliki peran besar untuk menyatukan dunia. Namun saat ini ada orang-orang yang kerap menggunakan agama untuk kepentingan politik semata, dan berdampak pada kehancuran peradaban dunia.

"Karenanya, diperlukan kesadaran semua pihak untuk menghilangkan sifat destruktif agama ini. Salah satunya dengan memperbanyak dialog lintas agama (interfaith dialogue). Sejarah kita ini juga menunjukkan bagaimana agama-agama selain bisa mempersatukan manusia juga bisa mendestruksi peradaban umat manusia," kata Yaqut seperti yang dikutip pada laman Kemenag, Jumat,(21/05/2021).

Menag berharap Rusia dengan Indonesia memiliki pandangan yang sama terkait konflik Israel-Palestina yang perlu menghilangkan sikap destruktif agama. Ia menambahkan jika konflik Israel-Palestina murni karena agama tentunya hal ini tidak dapat dibenarkan. “Karena pasti tidak ada satu pun agama yang mengajarkan tentang kekerasan,” kata Menag.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Rusia Lyudmila G. Vorobyova menyebut konflik antara Israel-Palestina adalah persoalan yang kompleks. Sebagai perwakilan Rusia, ia pun setuju agama masih digunakan untuk kepentingan politik.

"Saya berharap kita dapat bergerak bersama mencari cara untuk menghentikan konflik yang terjadi. Kita harus bersama menghentikan perang, karena banyak manusia yang telah menjadi korban. Setiap agama tentunya mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang,” tutur Vorobyova.

Dialog lintas iman antara Indonesia – Rusia telah dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pada 2016,2018, dan 2019. Dubes Vorobyova berharap pandemi dapat segera berakhir sehingga berbagai agenda terkait dialog lintas iman yang biasanya dilaksanakan Indonesia dan Rusia dapat terlaksana kembali.

“Kami berharap pertemuan hari ini dapat ditindaklanjuti secara teknis dan melanjutkan dengan kerjasama-kerjasama yang lebih nyata,” kata Vorobyova.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut