Didemo Ribuan Nelayan, Menteri Susi Akhirnya Izinkan Cantrang
JAKARTA, iNews.id – Aksi demonstrasi ribuan nelayan Pantura menuntut pencabutan larangan penggunaan cantrang akhirnya membuahkan hasil. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membolehkan penggunaan cantrang, trawl dan alat tangkap lainnya.
Keputusan tersebut diumumkan Susi ketika menemui ribuan nelayan di lapangan Monas, Jakarta, Rabu (17/1/2018) sore. Selain mengizinkan penggunaan cantrang, Susi juga meminta agar nelayan tak menambah kapal milik mereka. Susi menegaskan, hanya kapal cantrang yang sudah terdaftar boleh melaut menggunakan alat tangkap itu.
”Tidak boleh ada kapal tambahan lagi. Saya tidak mau ada kapal cantrang ilegal yang tidak punya ukuran,” kata Susi saat berorasi.
Ribuan nelayan asal Pantura berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, sejak tadi pagi. Mereka memprotes kebijakan larangan menangkap ikan dengan cantrang dan meminta Menteri Susi Pudjiastuti mencabut larangan tersebut karena telah merugikan nelayan tradisional.
Ketua Umum Aliansi Nelayan Indonesia Riyono mengatakan, larangan cantrang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan nelayan. Menurut dia, jika cantrang tidak diperbolehkan, akan ada 5.000-6.000 kapal nelayan mangkrak.
Dalam aksi unjuk rasa itu, perwakilan nelayan kemudian ditemui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya ketika Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja di Tegal, Jawa Tengah.
Susi meminta agar kesepakatan antara nelayan dengan Presiden Jokowi dihormati. ”Keputusan tadi tolong dihormati. Kalau sampean bandel terus, Pak Jokowi susah. Tolong kompromi ini dipatuhi,” kata dia.
Susi menegaskan, jika nelayan tak menghormati kesepakatan tersebut, pemerintah bisa menerapkan kebijakan itu lagi. ”Kalau bohong tahun depan ditenggelamkan. Saya mau Anda menguasai laut Indonesia. Bukan kapal asing. Hidup nelayan Indonesia,” kata Susi, yang disambut teriakan gembira oleh seluruh nelayan.
Editor: Zen Teguh