Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Razman Ungkap Jokowi Masih Buka Pintu Maaf untuk 3 Tersangka Tudingan Ijazah Palsu
Advertisement . Scroll to see content

Diminta Jokowi Beli Alat Pendeteksi Dini, BMKG: Tunggu Tindak Lanjut

Senin, 24 Desember 2018 - 17:55:00 WIB
Diminta Jokowi Beli Alat Pendeteksi Dini, BMKG: Tunggu Tindak Lanjut
Kepala BMKG Dwikornita Karnawati mengatakan, sudah mengajukan pengadaan alat-alat pendeteksi bencana, yang saat ini tinggal menunggu tindak lanjut kementerian terkait.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeli alat yang dapat mendeteksi secara dini adanya ancaman bencana tsunami (early waring system). Kepala BMKG Dwikornita Karnawati mengatakan, sudah mengajukan pengadaan alat-alat pendeteksi bencana.

Dia mengungkapkan, Presiden Jokowi sudah mengetahui pengadaan yang diajukan pihaknya. Bahkan, pengajuan tersebut sudah ditindaklanjuti pihak-pihak terkait. Hingga saat ini pihak BMKG masih menunggu realisasi dari pemerintah.

"Jadi sudah direspons oleh Pak Presiden dan saat itu sudah ditindaklanjuti dan akhirnya sudah direspons Bapak (Jokowi) dan menugaskan kementerian terkait untuk menindaklanjuti," ujar Dwikornita.kepada iNews.id saat dihubungi via telepon, Jakarta, Senin (24/12/2018).

Sebelum mengajukan pengadaan tersebut, dia mengaku, pihaknya telah melakukaan pendataan dan pengecekan terhadap kondisi alat pendeteksi bencana sejak November hingga Desember 2017. Pengajuan penambahan alat pendeteksi bencana itu sudah diajukan BMKG pada Januari 2018.

"Kami melakukan pengecekan seluruh peralatan BMKG. Jadi tahun lalu baik untuk peralatan untuk cuaca, iklim, penerbangan, dan gempa dan tsunami dan langsung dari hasil pengecekan kami langsung mengusulkan bulan Januari 2018," kata Dwikornita.

Alat yang diajukan BMKG kepada pemerintah antara lain sensor deteksi gempa dan tsunami. Selain itu ada alat monitoring cuaca yang meliputi penerbangan ataupun maritim di Indonesia.

"Ada seismometer, ada radar tsunami. Kemarin dalam rapat koordinasi juga kami mengusulkan penambahan ada kabel laut, sensor gempa dan tsunami dasar laut," kata Dwikornita menegaskan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta lembaga terkait termasuk BMKG untuk memeriksa peralatan pendeteksi tsunami yang ada di Indonesia.

"Ke depan saya perintahkan BMKG untuk membeli alat-alat deteksi early warning system yang bisa memberikan peringatan-peringatan dini kepada kita semua, pada masyarakat," kata Jokowi usai mendatangi posko pengungsian, di Banten, Senin (24/12/2018).

"Saya kira ini masuknya ke anggaran baru 2019. Januari itu akan saya perintahkan untuk mengganti peralatan-peralatan yang rusak atau yang sudah lama dan tidak bisa dipakai," kata lagi.

Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat, hingga saat ini 334 orang meninggal dunia dalam peristiwa itu. "Korban yang meninggal itu jumlah sementara dan kemungkinan bertambah," kata Fahrizal, petugas pendataan dan komunikasi Basarnas di Posko Labuan, Pandeglang, Senin (24/12/2018).

Dia mengatakan, temuan tentang jumlah korban meninggal dunia terus meningkat. Sebelumnya tercatat 252 orang meninggal dunia, 757 luka-luka, dan 30 hilang.

Namun, laporan dari lapangan yang diterima pada pukul 11.00 WIB menunjukkan angka itu bertambah menjadi 334 orang meninggal dunia, 764 luka-luka, dan 61 masih hilang.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut