Dokter Internship Tewas di Apartemen Kalibata City Ternyata Putri Dirut RSUD Sulbar
JAKARTA, iNews.id - Dokter internship tewas di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan ternyata putri Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), dr Musadri Amir Abdullah. Korban diketahui bernama dr Siti Zahra Maghfira yang sedang menjalani Program Internsip Dokter Indonesia.
Kabar meninggalnya dokter muda tersebut menyelimuti keluarga besar RSUD Sulbar dan dunia kedokteran Indonesia. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Siti Zahra merupakan putri Musadri Amir Abdullah yang pada 2026 menjabat Direktur RSUD Sulbar.
Siti Zahra merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Sejak Mei 2026, dia menjalani program internship di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat. Kabar duka ini turut dibagikan Junior Doctor Network Ikatan Dokter Indonesia (JDN IDI) terkait meninggalnya Siti Zahra pada Minggu (26/7/2026).
“Keluarga Besar Junior Doctor Network Ikatan Dokter Indonesia (JDN IDI) turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Dr. Siti Zahra Maghfira - Dokter Internship RS Sentra Medika Cisalak. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis JDN IDI dikutip Senin (27/7/2026).
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi kehilangan ini. Jasa dan kebaikan beliau akan senantiasa dikenang,” lanjutnya.
Berdasarkan keterangan awal, korban ditemukan meninggal setelah diduga terjatuh dari lantai 18 apartemen di kawasan Kalibata. Unit apartemen yang ditempati korban dalam keadaan terkunci dari dalam.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan. Setelah itu, jenazah diterbangkan menuju Makassar dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian Siti Zahra. Rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal masih dalam penyelidikan.
Editor: Donald Karouw