Dokter Singapura Masih Khawatirkan Mata Novel Saat di Atas Pesawat

Richard Andika Sasamu ยท Rabu, 21 Februari 2018 - 07:03 WIB
Dokter Singapura Masih Khawatirkan Mata Novel Saat di Atas Pesawat

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (Foto: Koran SINDO/ Dok)

JAKARTA, iNews.id - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan menjalani pemeriksaan terakhir terkait kondisi mata kirinya sebelum mendapat izin untuk pulang kembali ke Tanah Air. Dokter di Singapura masih mengkhawatirkan kondisi mata Novel di atas pesawat menuju Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tim dokter mengkhawatirkan kejadian tak terduga yang dapat dirasakan Novel selama perjalanan dari Singapura menuju Indonesia yang bisa saja berdampak terhadap kondisi matanya.

"Masih bergantung pemeriksaan besok karena harus dilakukan satu kali pengecekan lagi. Ada kekhawatiran perubahan kondisi tekanan udara berpengaruh dalam proses transportasi ke Jakarta, itu tentu harus dihitung. Kedua, perubahan kondisi cuaca antara Jakarta dan Singapura juga perlu dihitung karena proses recovery juga perlu dilakukan," ujar Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Febri mengatakan sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan lanjutan usai pelaksanaan operasi tahap kedua terhadap mata kiri Novel. Dalam pengecekan yang dilakukan oteh tim ahli tersebut, dilakukan pengecekan terhadap kondisi mata setelah dilakukan penanaman implan selaput pada operasi sebelumnya.

"Sejauh ini perkembangannya bagus, meskipun sempat kemarin terjadi pembengkakan pada mata kiri Novel. Jadi kita berharap kondisi ini cukup positif sampai besok dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Febri.

Mengenai kepastian kapan kepulangan Novel, mantan aktivis antikorupsi itu enggan berspekulasi karena kepastiannya ada di pihak tim dokter dan berdasarkan kondisi terakhir Novel sebelum dipulangkan ke Jakarta.

"Apakah nanti kembali ke Jakarta bisa dilakukan hari Rabu malam atau Kamis? Nanti kita informasikan lebih lanjut. Yang pasti Novel masih membutuhkan proses recovery sebelum operasi tahap dua dilakukan bulan April," tutur dia.

Editor : Azhar Azis