Doni Monardo Ajak Ulama Sosialisasi Covid-19 Nyata Bukan Rekayasa

Dita Angga ยท Senin, 13 Juli 2020 - 23:23:00 WIB
Doni Monardo Ajak Ulama Sosialisasi Covid-19 Nyata Bukan Rekayasa
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id - Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 menilai perilaku masyarakat yang tak patuh protokol kesehatan pandemi virus corona karena konten negatif di media sosial (medsos). Pemerintah pun akan meningkatkan sosialisasi dengan mengajak ulama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, pemerintah akan memaksimalkan sosialisasi pencegahan Covid-19 untuk menekan peningkatan kasus positif. Sosialisasi tersebut akan melibatkan seluruh komponen dengan menggunakan kearifan lokal.

"Tokoh-tokoh masyarakat khususnya para ulama ini juga menjadi penekanan Bapak Wakil Presiden. Untuk melibatkan para ulama di seluruh daerah agar seluruh program sosialisasi ini bisa betul-betul dipahami dengan baik," katanya usai Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Sosialisasi terkait Covid-19, Doni mengatakan, harus terus digenjot mengingat masih adanya pihak yang menganggap kejadian ini sebagai konspirasi atau rekayasa. Dia menegaskan Covid-19 sesuatu yang nyata dan bukan rekayasa.

"Padahal kita semua sudah tahu bahwa korban jiwa di tanah air sudah melampaui angka 3.500. Bahkan di dunia sudah melampaui angka 550 ribu jiwa. Jadi ini nyata, ini fakta," ujarnya.

Menurut Doni, masyarakat perlu memahami Covid-19 sesuatu yang berbahaya. Bahkan bisa menjadi pembunuh bagi penderita yang rentan terserang penyakit.

"Mohon maaf ibaratnya adalah malaikat pencabut nyawa bagi mereka yang rentan. Siapa saja yang rentan? Adalah lansia yang rata-rata usia di atas 60-70 tahun. Kemudian yang kedua tadi dipaparkan Bapak Menko PMK pemilik atau penderita komorbid seperti hipertensi, diabet, jantung, ginjal, kanker, asma TBC dan beberapa penyakit lainnya," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda