Doni Monardo: Dokter Paru-Paru di Indonesia Kurang dari 2.000 Orang

Rizki Maulana ยท Rabu, 10 Juni 2020 - 12:16 WIB
Doni Monardo: Dokter Paru-Paru di Indonesia Kurang dari 2.000 Orang

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (Foto: iNews.id/Irfan Ma`ruf)

JAKARTA, iNews.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menekankan pentingnya gotong royong seluruh elemen bangsa untuk memutus rantai penularan virus tersebut. Ketua Gugus Tugas, Letjen TNI Doni Monardo menyebut Indonesia tak akan menang melawan covid-19 jika hanya mengandalkan fasilitas kesehatan saja.

Hal itu disampaikan Doni saat menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Kantor BPNB, Jakarta, Rabu (10/6/2020). Doni menitikberatkan kurangnya jumlah dokter paru-paru di Indonesia yang berkaitan dengan covid-19.

"Kalau hanya mengandalkan kesehatan saja kekuatan kita terbatas. Dokter paru-paru di Indonesia kurang dari 2.000 orang. Artinya satu dokter harus melayani 130.000 warga negara kita," ucap Doni.

Oleh sebab itu Doni mengungkapkan pentingnya pencegahan di tingkat masyarakat sebagai garda terdepan penanganan covid-19. Antara lain dengan menerapkan secara disiplin protokol kesehatan.

Lebih lanjut Doni mengatakan pemerintah saat ini sedang merumuskan langkah-langkah agar masyarakat tak terpapar covid-19 tetapi juga terhindar dari kehilangan pekerjaan serta penghasilan. Doni juga meminta daerah-daerah yang ingin menerapkan new normal harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah pusat.

"Tahapan menuju new normal harus hati-hati dan dilakukan secara paralel," ujarnya.

Editor : Rizal Bomantama