Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Krisis Sepak Bola Italia, Paolo Maldini Muncul Jadi Kandidat Kuat Presiden FIGC
Advertisement . Scroll to see content

DPR Desak Kemendagri Usut Tuntas Temuan E-KTP di Bogor

Senin, 28 Mei 2018 - 08:24:00 WIB
DPR Desak Kemendagri Usut Tuntas Temuan E-KTP di Bogor
Anggota Komisi II DPR Almuzzammil Yusuf. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – DPR mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengusut tuntas temuan dus berisi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang tercecer di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/5/2018) lalu. Anggota Komisi II DPR, Almuzzammil Yusuf mengatakan, jika benar semua KTP yang ditemukan itu adalah palsu, pemerintah harus mencari, mengusut, dan membongkar mafia pemalsuan dokumen tersebut.

“Temuan dus itu saya kira hanya fenomena gunung es. Akan lebih bagus apabila DPR membuat panitia khusus untuk kasus pemalsuan KTP. Potensi pemalsuan yang terjadi bisa ratusan kali lebih besar dari temuan tersebut,” ujar Almuzzammil, Minggu (27/5/2018).

Menurut dia, temuan KTP yang diduga palsu bukan baru pertama kali terjadi. Pada 2016, laporan soal temuan e-KTP palsu oleh petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta juga pernah diterima Komisi II DPR.

“Jangan menganggap remeh masalah ini. Mafia KTP palsu bisa jadi pintu masuk imigran-imigran gelap ke seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Mereka bisa membangun wilayah-wilayah eksklusif, tertutup, dan tak terjamah,” tuturnya.


Wakil Ketua Komisi II DPR Mardani Ali Sera mengatakan, adanya temuan dus berisi e-KTP di Bogor, akhir pekan lalu, menjadi bukti keteledoran pemerintah. “Pertama, ini teledor. Saat masyarakat banyak kesulitan dapat e-KTP, tiba-tiba ada banyak e-KTP berserakan di jalan raya di Bogor. Kemendagri perlu merapikan SOP (standar prosedur operasi) pengiriman e-KTP ini,” ucap Mardani.

Menurut dia, keberadaan e-KTP yang diduga beralamat di Sumatera Selatan tapi ditemukan di Bogor itu juga perlu diaudit. Dia mempertanyakan, bagaimana mungkin e-KTP rusak milik Sumatera Selatan malah berada di Jawa Barat.

“(Kalau memang itu KTP rusak), bukankah mestinya dihancurkan di tempat? Audit harus dilakukan secara transparan dan terfokus. Bila tidak ada keseriusan menyelesaikan masalah e-KTP ini maka Kemendagri bisa dinilai gagal oleh masyarakat dalam menyelidiki peristiwa ini. Soalnya, e-KTP berfungsi pada pemilu,” kata Mardani.

Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan kardus berisi e-KTP yang jatuh berceceran di pertigaan Salabenda, Kecamatan Kemang, Bogor, Jawa Barat. KTP-KTP itu ditengarai berasal dari Sumatera Selatan.

Peristiwa terjadi pada Sabtu (26/5/2018), sekitar pukul 13.30 WIB. Informasi tersebut lantas dengan cepat menyebar secara viral di media sosial (medsos) dan grup percakapan Whatsapp.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, dibenarkan bahwa kardus berisi KTP jatuh dari mobil truk engkel warna biru yang melaju menuju Parung. KTP itu berceceran sejak di Jalan Raya Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor hingga berhenti di lokasi tempat kejadian perkara atau simpang traffic light Salabenda.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut