Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Raffi Ahmad dan The Dudas-1 Donasi Rp1 Miliar untuk Desa Adat Sade yang Terbakar Hebat
Advertisement . Scroll to see content

DPR Desak Penyebab Kebakaran Desa Adat Sade di Lombok Diusut Tuntas

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:03:00 WIB
DPR Desak Penyebab Kebakaran Desa Adat Sade di Lombok Diusut Tuntas
Situasi terkini di Desa Adat Sade, Lombok, NTB usai terbakar hebat pada Sabtu (22/8/2026). (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi XIII DPR Saadiah Uluputty menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8/2026) malam. Saadiah mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas penyebab kebakaran tersebut. 

Menurutnya, penanganan insiden tidak boleh berhenti pada pemulihan pascabencana, tetapi juga harus memastikan penyebab kebakaran diketahui secara jelas.

“Saya meminta agar penyebab kebakaran Desa Adat Sade diusut tuntas. Jangan sampai setelah api padam, pertanyaan masyarakat justru dibiarkan tanpa jawaban," ujar Saadiah, Senin (24/8/2026).

Saadiah menilai Desa Adat Sade bukan sekadar kumpulan rumah warga. Kawasan tersebut merupakan bagian penting dari identitas, sejarah, dan warisan budaya masyarakat Sasak.

“Yang terbakar bukan hanya bangunan. Ada rumah, ada kenangan, ada sejarah, ada warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, negara harus hadir,” tegasnya.

Dia meminta proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan berbasis bukti, termasuk dengan melibatkan pemeriksaan laboratorium forensik apabila diperlukan.

“Kita tidak boleh terburu-buru menyimpulkan penyebabnya. Apakah faktor kelistrikan, kelalaian, atau faktor lainnya, semuanya harus dibuktikan melalui penyelidikan yang profesional. Masyarakat berhak mengetahui kebenarannya,” ujar Saadiah.

Selain mengusut penyebab kebakaran, Saadiah mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali secara fisik. Pemulihan harus memperhatikan keberlangsungan kehidupan masyarakat serta kelestarian nilai adat dan budaya Sade.

“Kita ingin Sade bangkit. Tetapi ketika dibangun kembali, jangan sampai identitas dan nilai adatnya hilang. Pemulihan harus menghadirkan keselamatan, kepastian bagi warga, sekaligus menjaga warisan budaya,” katanya.

Saadiah juga mendorong pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Kebutuhan tersebut meliputi tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan bagi kelompok rentan.

Menurutnya, tragedi kebakaran Desa Adat Sade harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pencegahan dan mitigasi kebakaran di kawasan permukiman adat maupun destinasi wisata budaya.

“Kita berduka untuk Sade. Tetapi dari duka ini harus lahir evaluasi dan pembenahan. Jangan sampai kejadian serupa terulang di kawasan adat lainnya,” tutur Saadiah.

Dia menegaskan masyarakat membutuhkan dua hal sekaligus, yakni pertolongan untuk bangkit dan kepastian atas kebenaran terkait penyebab kebakaran.

“Usut tuntas penyebabnya. Lindungi masyarakatnya. Selamatkan warisan budayanya. Jangan biarkan kebenaran ikut terbakar bersama rumah-rumah Sade,” pungkasnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut