DPR: Satgas RT/RW Jadi Garda Terdepan Tangani Pasien Covid-19 Isoman
JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta SatgasCovid-19 di tingkat RT dan RW berkolaborasi dengan warga, khususnya dengan tokoh masyarakat, tokoh agama serta orang yang dihormati di lingkungannya. Hal ini bertujuan agar pengendalian covid-19 efektif.
Termasuk agar membumikan protokol kesehatan (prokes) di lingkungannya serta pendampingan terhadap pelaku isolasi mandiri (isoman) berjalan lebih efektif dan optimal.
“Satgas di tingkat RT/RW harus jadi motor pengendalian Covid-19, karena itu Satgas harus dioptimalkan dengan melibatkan semua elemen masyarakat yang ada di lingkungan tersebut, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama. Pengendalian Covid-19 baru bisa efektif jika dilakukan secara gotong royong,” ujar Rahmad Handoyo di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).
Masih tingginya angka kematian pelaku isoman dapat ditekan apabila warga di tingkat RT dan RW kompak dan mau bersama-sama menjaga lingkungannya dari ancaman covid-19.
“Warga yang terjangkit covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah, tentu butuh dukungan dari orang-orang dekat di lingkungannya. Nah, kalau warga kompak memberi bantuan, dukungan serta pendampingan, yakin risiko kematian akan menurun,” ucap Rahmad Handoyo.
Rahmad Handoyo mengakui pendampingan terhadap para isoman tidak mudah dikarenakan masih banyak masalah yang ditemukan di lapangan.
"Warga yang sedang menjalani isoman berada dalam kecemasan, mungkin mereka akan bersikap tertutup. Di sini para isoman harus dipantau hari demi hari agar mereka disiplin menerapkan prokes. Perkembangan kondisi kesehatan mereka harus terbaca, sehingga petugas dapat mengambil langkah-langkah yang tepat penanganannya," tutur Rahmad Handoyo.
Dia meyakini berbagai persoalan teknis di lapangan perihal covid-19 dapat diatasi apabila satgas di tingkat RT dan RW melibatkan warga setempat, khususnya tokoh masyarakat yang memang dipercaya oleh warganya.
“Kata kunci keberhasilan pengendalian Covid-19 juga pendampingan terhadap isoman adalah komunikasi. Dalam proses komunikasi ini, tokoh masyarakat bisa berperan aktif sehingga pada ahirnya Satgas RT/RW bisa mengendalikan covid-19 di lingkungannya,” kata Rahmad Handoyo.
Rahmad menegaskan penanganan Covid-19 tidak bisa semata dilakukan pemerintah saja, namun seluruh elemen masyarakat harus ikut menghentikan penyebaran virus ini tak bisa ditawar dengan secara disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M.
“Tenaga kesehatan dan rumah sakit kita tidak akan cukup untuk menangani isoman. Untuk itu ayo semua bergotong royong mematuhi aturan pemerintah agar pandemi ini segera berlalu," kata Rahmad Handoyo.
Editor: Rizal Bomantama