Dua Wisudawan ITS Berhasil Raih IPK Sempurna, Apa Rahasianya?
JAKARTA, iNews.id - Dua wisudawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil lulus dengan IPK sempurna pada Sabtu (23/4) kemarin. Mereka adalah Muhammad Rizki Dzulkarnain dan Citra Judith. Apa rahasianya?
Dzul, sapaan akrab Muhammad Rizki Dzulkarnain mengaku bahwa penting atau tidaknya IPK sebenarnya tergantung pada sudut pandang yang diambil. Ia yang saat ini bekerja di startup online travel agency menilai bahwa IPK tidak lebih penting dari kemampuan.
Sebab, berdasarkan pengalamannya, ia belum pernah melampirkan ijazah ataupun transkrip IPK untuk melamar kerja. Namun, pada perspektif orang tua hal tersebut merupakan hal yang sangat diidam-idamkan.
“Sedangkan di perspektif orang tua, sebaliknya. Saya enggan melewatkan momen bahagia mereka usai melihat putranya meraih IPK sempurna,” ucap dia dikutip dari laman ITS, Selasa (26/4/2022).
Ternyata rahasia pria kelahiran 2 September 1994 yang dilakukan adalah dengan menyimak setiap materi yang disampaikan. Bahkan, ia kerap mencatat atau merekam sesi perkuliahan agar dapat di-review.
Strategi lain yang ia bagi adalah memberdayakan internet dengan baik. Menurutnya, dengan mengoptimalkan penggunaan internet, mahasiswa dapat menemukan banyak literatur yang membantu perkuliahan.
“Sehingga tidak ada alasan untuk berkata ‘kuliah itu susah’ atau ‘saya tidak bisa’,” ujar dia.
Lebih lanjut, pria yang bercita-cita menjadi seorang bupati ini memegang prinsip bahwa tumbuh adalah berpijak dan bukan terbang. Sehingga, segala pencapaian yang membuat dirinya semakin tinggi bukanlah alasan untuk membuatnya lupa dari mana dirinya berasal.
“Untuk itu, ke depan, saya berharap bisa bermanfaat bagi daerah asal saya dengan menjadi seorang bupati,” tutur dia.
Sama halnya dengan Dzul, rahasia Citra Judith memperoleh IPK yang sempurna adalah fokus menjalankan perkuliahan dan menyelesaikan tesis. Ia mengaku ingin menjadi seorang pengajar sehingga melakukan berbagai proses untuk mendapatkannya.
“Untuk itu, saya menjalankan program ini dengan banyak interaksi, diskusi, serta sharing bersama dosen dan rekan dari berbagai latar pekerjaan,” katanya.
Sementara itu, Citra menilai bahwa IPK sempurna yang ia dapatkan hanyalah implikasi atas usaha terbaik yang dilakukan. Namun hal yang terpenting adalah proses yang dilakukan dan aktualisasinya di dunia kerja mendatang.
Editor: Puti Aini Yasmin