Dubes Saudi Dianggap Campuri Urusan Dalam Negeri RI, PBNU Protes Keras

Felldy Utama ยท Senin, 03 Desember 2018 - 18:17 WIB
Dubes Saudi Dianggap Campuri Urusan Dalam Negeri RI, PBNU Protes Keras

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (dua dari kanan) menyampaikan pernyataan sikap terkait informasi yang disampaikan Dubes Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammed Al-Suaibi di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (3/12/2018). (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan informasi yang disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammed Al-Suabi mengenai peristiwa pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Informasi melalui akun Twitter itu dianggap telah melampaui tugas dan tanggung jawabnya.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan, apa yang dituliskan Osama merupakan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya.

”Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi” kata Said dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018). Hadir dalam acara ini Sekjen Helmy Faishal Zaini dan sejumlah ketua PBNU.

Menurut Said, Osama telah dengan sengaja menyebar fitnah dengan menuduh aksi pembakaran bendera di Garut beberapa waktu lalu dilakukan oleh jamaah almunharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang).

Padahal, kata Said, terkait hal ini Gerakan Pemuda Ansor telah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan menyatakan tindakan tersebut telah keluar dari SOP GP Ansor.

Said menegaskan, PBNU dan Ansor menyesalkan informasi yang disampaikan Osama. Atas dasar itu, PBNU mendesak agar Pemerintah Arab Saudi untuk memulangkan Osama.

”Mendesak kepada Pemerintah RI agar menyampaikan nota kepada Pemerintah Saudi agar memulangkan Osamah sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dalam mencampuri urusan politik Indonesia.

Editor : Zen Teguh