Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!
Advertisement . Scroll to see content

Eks Direktur WHO Minta Waspadai Angka Kematian karena Omicron

Sabtu, 12 Februari 2022 - 09:40:00 WIB
Eks Direktur WHO Minta Waspadai Angka Kematian karena Omicron
Varian Omicron (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, meminta waspadai angka kematian Covid-19 varian Omicron. Menurut dia, ada beberapa negara yang angka kematian total Omicronnya ternyata lebih tinggi daripada ketika negara itu menghadapi varian Delta.

“Sebabnya karena jumlah kasus total memang jauh lebih tinggi pada Omicron dibandingkan Delta,” kata Tjandra, Sabtu (12/2/2022).

Selama ini, varian Omicron diketahui jauh lebih mudah menular daripada Delta tetapi angka kematiannya jauh lebih rendah.

Tjandra menyebutkan sejumlah negara yang angka kematian Omicronnya lebih tinggi daripada Delta. Di antaranya yaitu Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan dan juga Kanada.

"Di Kanada pada 27 Januari 2022 ada 309 orang yang wafat, sementara pada gelombang sebelumnya (Delta) angka tertinggi di Kanada adalah 4 Januari 2021 dengan 232 kematian," ujar Tjandra.

Menurut Tjandra, tingginya angka kematian ini bukan karena Omicron lebih mematikan, tetapi karena jumlah kasus akibat Omicron di negara-negara itu naik amat tinggi.

“Sehingga walaupun proporsi kematian lebih kecil daripada Delta tapi angka mutlaknya tetap besar. Karena kasus kita juga sudah terus meningkat, haruslah lebih dikendalikan," kata Tjandra.

Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia sendiri tembus 100 orang per 11 Februari 2022. Tjandra menyebut angka ini naik 25 kali lipat.

“Kita amat berduka karena kemarin 11 Februari 2022 ada 100 orang warga kita yang wafat karena Covid-19. Sejak 1 Oktober 2021 sampai bulan yang lalu, maka jumlah yang wafat sehari di negara kita selalu di bawah angka 100, bahkan pernah 4 orang pada 6 Januari 2021, jadi sekarang sudah meningkat 25 kali lipat," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut