Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Hanya Bandara, Mantan Karyawan Sebut Ada Pelabuhan Privat Milik IMIP 
Advertisement . Scroll to see content

Eksklusif! Eks Karyawan Ungkap IMIP Punya Keamanan Sendiri: Namanya MSS, Mirip Polisilah

Selasa, 02 Desember 2025 - 20:08:00 WIB
Eksklusif! Eks Karyawan Ungkap IMIP Punya Keamanan Sendiri: Namanya MSS, Mirip Polisilah
Mantan karyawan PT IMIP, Mr X (kanan), saat wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono dalam program Rakyat Bersuara, Selasa (2/12/2025). (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mantan karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengungkapkan IMIP memiliki petugas keamanan tersendiri. Dia menyebut petugas keamanan itu bernama Morowali Security Service (MSS).

"Mereka punya yang namanya MSS, Morowali Security Service," kata pria yang tidak disebutkan namanya itu secara eksklusif dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Ada Bandara 'Hantu', Tanpa Otoritas Negara? di iNews, Selasa (2/12/2025).

Dia mengatakan, MSS bekerja mirip seperti polisi. Pimpinannya merupakan mantan petinggi Polri.

"Jadi keamanannya sendiri, sudah mirip polisilah. Pimpinannya adalah mantan Kabaintelkam Polri, saya lupa nama persisnya. Pimpinannya MSS itu," kata dia.

Dia mengakui aparat seperti polisi, TNI, bupati hingga masyarakat sulit masuk ke kawasan IMIP. 

"Bahkan bupati pun gak bisa masuk," kata dia.

Dia menjelaskan bandara IMIP yang belakangan menjadi polemik lantaran diduga tanpa dilengkapi otoritas negara dibangun untuk memobilisasi para tenaga kerja asing (TKA) China yang bekerja di perusahaan tersebut.

Dia menjelaskan sebelum bandara tersebut dibangun, mobilisasi para tenaga kerja dilakukan dengan rute yang sangat panjang.

"Selama saya di sana itu mobilisasi dilakukan menggunakan pesawat komersial dari Beijing ke Soetta, terus dari Soetta ke Bandara Halu Oleo Kendari, lalu dilanjutkan jalan darat sampai ke Teluk Kendari. Dari Teluk Kendari berganti menjadi speedboat sampai ke pelabuhan privat. Jadi sangat mahal biayanya," tutur dia.

Menurut dia, para TKA China yang dimobilisasi tergolong banyak. Bahkan menyentuh 50-100 orang per hari.

"Sekali perjalanan itu rata-rata antara 50-100 orang, setiap hari, TKA China, setiap hari," kata dia.

Dia mengatakan para TKA China itu bekerja di semua lini, mulai dari tukang sapu hingga level pimpinan.

"Mereka tidak hanya di level pimpinan, ada yang jadi tukang sapu, ada operator excavator, ada pegawai pelabuhan," kata dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut