Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Epidemiolog: Kelompok Usia 12-18 Tahun Miliki Mobilitas Tinggi, Wajib Vaksinasi Covid-19

Rabu, 07 Juli 2021 - 15:11:00 WIB
Epidemiolog: Kelompok Usia 12-18 Tahun Miliki Mobilitas Tinggi, Wajib Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau vaksinasi Covid-19 terhadap anak berusia 12-18 tahun. (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Vaksinasi Covid-19 kepada kelompok usia 12-18 tahun harus menjangkau populasi total (100%) untuk mencapai herd immunity 70%. Perhitungan 70% dinilai untuk vaksin dengan efikasi di atas 90%.  

Epidemiolog UKI Gilbert Simanjuntak menyampaikan, kelompok berusia 12-18 tahun berpotensi menjadi sumber penularan. Selain memiliki aktivitas tinggi, kata dia kelompok ini juga tidak ada gejala atau keluhan meski terpapar Covid-19 sehingga terus bergerak kemana-mana.

"Sayangnya tidak ada penegasan kepada kelompok yang menolak vaksinasi, padahal kegagalan vaksinasi kepada kelompok ini menyulitkan untuk mencegah penularan. Kelompok ini mempunyai mobilitas yang tinggi, sulit diawasi dan bila terinfeksi umumnya OTG," ujar Gilbert di Jakarta, Rabu (7/7/2021).

Anggota DPRD DKI Jakarta ini menilai, penolakan vaksinasi oleh sekelompok orang harus diikuti dengan penerapan aturan yang sesuai. Sehingga tidak mengorbankan masyarakat secara umum jika ada yang tidak divaksin.

Dia mencontohkan, penerapan aturan itu bisa dalam bentuk larangan anak ikut pelajaran atau kegiatan ekstra kurikuler jika tidak divaksin, tidak diperkenankan ikut PTM, penghentian subsidi dan larangan mengikuti ujian.

"Akan sia-sia semua jerih payah dan pengorbanan tenaga dan nyawa mereka yang berjuang, juga korban yang meninggal, bilamana vaksinasi kepada kelompok ini gagal mencapai 100%. Biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan vaksin, kerja keras seluruh pihak dan upaya mencegah gelombang ketiga menjadi sia-sia," ucapnya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut