Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Epidemiolog: Obat Covid-19 Temuan Unair Harus Diuji Klinis WHO

Selasa, 18 Agustus 2020 - 06:59:00 WIB
Epidemiolog: Obat Covid-19 Temuan Unair Harus Diuji Klinis WHO
Ilustrasi virus corona (Covid-19). (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengomentari temuan obat yang diklaim bisa menyembuhkan pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Obat tersebut hasil racikan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Menurut Dicky, temuan obat tersebut wajib dilakukan uji klinis Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk bisa diproduksi dan didistribusikan ke masyarakat. Proses untuk memastikan obat buatan Unair layak dan ampuh untuk pasien corona cukup panjang.

"Ini kan pandemi dan kita bagian dari WHO. Itu sebabnya WHO mengadakan solidaritas uji klinis global untuk riset obat Covid," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2020).

Obat yang dinyatakan terbukti mujarab dalam menyembuhkan pasien positif corona, kata Dicky, wajib dilengkapi bukti ilmiah. Temuan obat Unair yang diklaim ampuh untuk Covid-19 juga wajib melalui serangkaian proses ilmiah.

"Jadi ada tahapan uji klinis hampir mirip seperti vaksin. Uji lab sebagai awal, biasanya pada tahap sel. Kemudian uji klinis tahap 1 dan 2 pada skala kecil untuk memastikan keamanan dan efektifitas," tuturnya.

"Selanjutnya, tahap uji klinis ke-3 yang paling menentukan dan ini harus secara random dan ada kontrol dengan palsebo. Randomized clinical trials," ujarnya.

Sekadar informasi, Unair mengklaim telah menemukan obat untuk Covid-19. Obat baru itu merupakan hasil kombinasi dari tiga jenis obat. Di luar negeri ada tiga obat yang ampuh dan mujarab untuk diberikan kepada pasien Covid-19. Lalu, tiga jenis obat tersebut digabung atau dijadikan menjadi satu obat oleh Unair.

Efektivitas obat yang ditemukan Unair diklaim lebih dari 90 persen. Selain itu, dosis yang dihasilkan juga diklaim lebih rendah dibanding apabila obat diberikan secara tunggal.

Pembuatan obat Covid-19 ini sudah dilakukan sejak Maret 2020. Seluruh prosedur yang dipakai telah mengikuti yang disyaratkan BPOM. Saat ini, obat tersebut hanya tinggal menunggu izin edar dari BPOM sebelum diproduksi massal.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut