Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PSSI Proses Naturalisasi Pemain Baru untuk Timnas Indonesia, Gabung Setelah FIFA Series 2026
Advertisement . Scroll to see content

Fadli Zon Buat Puisi Genderuwo Istana, Jubir TKN: Kubu Prabowo Terusik

Minggu, 11 November 2018 - 18:28:00 WIB
Fadli Zon Buat Puisi Genderuwo Istana, Jubir TKN: Kubu Prabowo Terusik
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma.ruf, Arya Sinulingga. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon membuat puisi berjudul “Ada Genderuwo di Istana” untuk merespon istilah “politik genderuwo” yang dilontarkan Presiden Joko Widodo. Dalam puisinya yang diunggah di akun Twitter, Fadli menyebut genderuwo suka memanipulasi dan tipu sana-sini.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga mengganggap puisi Fadli sebagai bentuk kepanikan dan ketidaknyamanan pihak oposisi. Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terusik karena istilah “politik genderuwo” mengarah ke mereka yang sering mengunakan politik untuk menakut-takuti rakyat.

"Mereka terusik sehingga mereka mulai mengarah kemana-mana. Strategi mereka untuk menakut-takuti dan bicara tanpa data ternyata mengenai mereka," ujar Arya kepada iNews.id, Minggu (11/11/2018).

Ketua DPP Partai Perindo ini memperkirakan kubu Koalisi Indonesia Adil Makmur merasa tersindir karena reaksi yang diperlihatkan begitu aneh. Karena panik dan tersindir, mereka lantas menyerang balik dengan membuat puisi menyebut ke istana.

"(pihak oposisi) mungkin merasa tersindir, makanya dibikin puisi itu. Kalau gak tersindir ya mereka gak akan pernah bikin puisi itu, santai saja, mestinya gitu," tuturnya.

Arya pun meminta seluruh pihak untuk saling introspeksi diri terkait apa yang dilontarkan Jokowi mengenai politik genderuwo. Apalagi Jokowi telah mengajak seluruh pihak untuk hijrah ke arah yang lebih baik.

"Seperti yang disampaikan Pak Jokowi bahwa kita ini selama ini banyak sekali orang-orang partai ini yang menyampaikan hal-hal tanpa data, menakut nakuti, ngomong yang gak benar, pesimisme, nah itu yang mereka sampaikan, jadi harusnya hijrah kita ke yang baik, tapi mereka malah tersindir," kata dia.

Seperti diketahui, istilah politik genderuwo dilontarkan Presiden Jokowi saat membagikan sertifikat tanah di Tegal, Jawa Tengah. Politikus genderuwo yang dimaksud presiden merupakan politikus yang kerap menyebarkan propaganda menakut-nakuti masyarakat.

Menurut Jokowi, di tahun politik sekarang ini banyak politikus yang pandai mempengaruhi masyarakat dengan membuat ketakutan dan kekhawatiran. Genderuwo dalam pemahaman masyarakat Jawa merupakan mahluk astral yang menakutkan.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut