Fadli Zon Ungkap Biaya Rekonstruksi Desa Adat Sade di Lombok Capai Rp30 Miliar
JAKARTA, iNews.id - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menaksir kebutuhan anggaran untuk rekonstruksiDesa Adat Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran hebat mencapai Rp25 miliar hingga Rp30 miliar.
Fadli mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi terkait penanganan kawasan tersebut. Rekonstruksi nantinya akan dikoordinasikan di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi untuk menghindari tumpang tindih anggaran antar-kementerian.
"Karena setahu saya kurang lebih untuk rekonstruksi itu mungkin di antara Rp25 sampai Rp30 miliar rupiah kalau tidak salah ya, dengan jumlah 75 rumah adat, 65 kios, ada 1 masjid, dan juga kawasan area," ucap Fadli dalam rapat bersama Komisi X DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Selain menghitung kebutuhan anggaran, Kementerian Kebudayaan tengah mengkaji desain rekonstruksi agar kawasan tersebut lebih aman dan tidak mudah terdampak kebakaran kembali.
Fadli menyoroti posisi rumah adat yang berdekatan serta penggunaan material kayu yang membuat api lebih sulit dikendalikan ketika kebakaran terjadi.
"Aliran listriknya juga perlu dicek, termasuk juga untuk mitigasi bencana terutama tidak ada untuk pemadam kebakaran dan sebagainya. Ini yang menjadi banyak kasus di daerah yang ada rumah-rumah adat terutama yang berbahan kayu mudah sekali terbakar. Jadi kalau sudah terbakar satu, itu sulit sekali untuk mengendalikannya," tuturnya.
Karena itu, Fadli menyebut rekonstruksi fisik Desa Adat Sade akan dilakukan setelah kajian desain dan koordinasi lintas lembaga selesai.
Penataan kembali kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan bangunan yang rusak, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan.
"Jadi saya kira ini juga sebelum direkonstruksi perlu ada satu apa, penelaahan supaya ini tidak terulang kembali, termasuk juga penataan mungkin rumah-rumah adatnya yang begitu mepet ya, kecil apa itu mungkin bahaya sekali gitu ya," ucapnya.
Editor: Aditya Pratama