Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Jabar Ungkap Keberadaan Dedi Mulyadi saat Insiden Pesta Rakyat Garut
Advertisement . Scroll to see content

Fakta Baru Tragedi Pesta Rakyat di Garut, Korban Mengira Ada Dedi Mulyadi Ternyata Salah!

Rabu, 23 Juli 2025 - 07:09:00 WIB
Fakta Baru Tragedi Pesta Rakyat di Garut, Korban Mengira Ada Dedi Mulyadi Ternyata Salah!
Korban tragedi Pesta Rakyat Garut mengira Gubernur Dedi Mulyadi hadir di lokasi ternyata tidak. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

GARUT, iNews.id – Syifa salah satu korban luka dalam tragedi makan gratis saat pesta rakyat di Pendopo Garut mengaku datang karena ingin bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Namun belakangan diketahui Dedi tidak berada di lokasi saat terjadinya insiden tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, Syifa sempat menyangka Dedi Mulyadi ada di Pendopo Garut. Dugaan itu muncul karena keramaian massa yang datang.

"Syifa mengira-ngira Dedi Mulyadi ada di pendopo, ternyata salah," ujar Kombes Hendra, Selasa (22/7/2025).

Polda Jabar memastikan Dedi Mulyadi tidak hadir saat insiden yang terjadi Jumat (18/7/2025). Saat kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, Dedi sedang dalam perjalanan menuju Trans Studio, bukan berada di Garut.

"Berita yang menyatakan Dedi Mulyadi saat kejadian berada di lokasi tidak benar," kata Hendra.

Setelah diklarifikasi melalui wawancara telepon, Syifa membenarkan dia hanya berasumsi KDM ada di lokasi. Dia dan korban lainnya menyampaikan terima kasih atas kunjungan KDM dan Kapolda Jabar ke RSUD Garut pascatragedi.

Dalam penyelidikan kasus tragedi Pesta Rakyat Garut, Ditreskrimum Polda Jabar telah memeriksa 11 orang saksi. Para saksi diperiksa di Polres Garut.

"Polres Garut telah memeriksa 11 saksi untuk dimintai keterangan terkait aksi dorong dan terinjak-injaknya massa yang mau masuk ke Pendopo Kabupaten Garut," kata Hendra.

Penyidik akan segera melayangkan surat klarifikasi ke sejumlah pihak terkait kejadian tersebut. Pihak yang akan dipanggil antara lain Asisten Administrasi Umum Pemkab Garut, lima anggota polisi, Kasat Pol PP, pihak Wedding Organizer (WO), vendor acara, dan orang tua korban.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut