Gandeng Anak Muda, KLH dan UNDP Dorong Solusi Sampah Sekolah lewat Youth Circularity Camp 2026
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia menggandeng generasi muda untuk mencari solusi persoalan sampah di lingkungan sekolah. Sebanyak 125 siswa dan 50 guru dari 25 SMA dan sederajat di Jakarta mengikuti Youth Circularity Camp 2026 untuk mengembangkan inovasi pengelolaan sampah berbasis sekolah.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026, ini menjadi wadah bagi siswa, guru, dan praktisi ekonomi sirkular untuk merancang langkah nyata mengatasi persoalan sampah.
Program tersebut diselenggarakan KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dan UNDP Indonesia, bekerja sama dengan Universitas Budi Luhur (UBL) serta didukung The Coca-Cola Foundation.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi pembelajaran, menyaksikan pameran inovasi, hingga mengikuti tantangan untuk menghasilkan gagasan pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di sekolah.
Sebanyak 25 sekolah yang terlibat terdiri atas SMA umum, sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah. Pelaksanaan kegiatan juga didukung 25 mahasiswa UBL yang bertugas sebagai fasilitator.
Tak hanya mendapatkan pembekalan, para siswa juga diajak mengidentifikasi persoalan sampah di sekolah masing-masing. Mereka kemudian bekerja dalam kelompok untuk menyusun proposal inisiatif dan kampanye edukasi sebagai bagian dari tantangan inovasi.
Hasil gagasan tersebut dipresentasikan untuk menentukan inovasi terbaik. Para pemenang diumumkan dalam acara penutupan pada 1 November 2026.
Kegiatan ini turut menghadirkan Circularity Innovation Exhibition yang melibatkan 10 organisasi dan pelaku usaha. Mereka memperkenalkan berbagai solusi praktis, mulai dari daur ulang, pemanfaatan kembali barang bekas atau upcycling, hingga layanan pengumpulan sampah.
Komitmen pengelolaan sampah juga diperkuat melalui Deklarasi Bersama Sekolah. Dalam deklarasi tersebut, sekolah-sekolah peserta menyatakan kesiapan memperbaiki praktik pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan masing-masing.
Selain mendorong inovasi siswa, UNDP secara simbolis menyerahkan peralatan digital kepada Bank Sampah Budi Luhur. Dukungan ini ditujukan untuk memperkuat pencatatan dan pemantauan aktivitas pengumpulan serta daur ulang sampah.
Bank Sampah Budi Luhur diketahui memiliki jejaring sekitar 75 sekolah mitra. Sebelum kegiatan berlangsung, sebanyak 10 personelnya juga telah mengikuti pelatihan operasional pengelolaan sampah, pemilahan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Youth Circularity Camp merupakan bagian dari Plastics Circularity Project UNDP Indonesia yang didukung The Coca-Cola Foundation. Program ini dilaksanakan di enam kota, yakni Jakarta, Medan, Banjarmasin, Buleleng, Makassar, dan Labuan Bajo.
Pelaksanaan di Jakarta diharapkan menjadi model awal edukasi ekonomi sirkular berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain dalam cakupan proyek tersebut.
Editor: Donald Karouw