Ganjar Pranowo Sukses Tekan Angka 1 Juta Kemiskinan di Jawa Tengah, Pengamat: Bisa Dibawa ke Tingkat Nasional
JAKARTA, iNews.id - Calon Presiden Ganjar Pranowo telah sukses dalam upaya menekan tingkat kemiskinan selama dua periode kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Selama masa kepemimpinan Ganjar, sekitar 1 juta orang berhasil ditingkatkan dari garis kemiskinan.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Jateng mengalami penurunan signifikan pada tahun 2022, dengan angka 10,93 persen, yang setara dengan 3,83 juta jiwa, dibandingkan dengan data tahun 2021 yang mencapai 4,1 juta jiwa.
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah, mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya, penurunan kemiskinan yang sangat signifikan yang berhasil dicapai oleh Ganjar layak mendapatkan pujian.
Trubus meyakini bahwa capaian ini dapat dijadikan contoh dan diterapkan di tingkat nasional untuk membantu mengurangi kemiskinan di seluruh Indonesia.
"Pencapaian yang sangat signifikan ini perlu dirumuskan ulang sesuai dengan karakteristik masing-masing provinsi dalam upaya mengurangi kemiskinan di Indonesia. Diperlukan pembahasan lebih mendalam untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, khususnya dalam mengurangi kemiskinan," kata Trubus.
Pengurangan kemiskinan di Jateng adalah hasil kolaborasi dari berbagai pihak. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor non-pemerintah seperti industri, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta pihak-pihak terkait telah berperan penting dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Jateng.
Penurunan jumlah penduduk miskin di Jateng dari 3,93 juta orang menjadi 102,57 ribu orang diharapkan akan memotivasi semua pihak untuk lebih mempercepat penanganan kemiskinan di Jateng.
Dalam sebuah Rapat Koordinasi Penganggulangan Kemiskinan Ekstrim di kantor Gubernur Jawa Tengah pada Juni lalu, Ganjar optimistis bahwa target Presiden Joko Widodo untuk mencapai tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 0 persen pada tahun 2024 akan segera terwujud.
Ia mengungkapkan bahwa strategi telah dirancang, termasuk penggunaan anggaran APBD yang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan perubahan APBD yang dapat disusun bersama DPRD.
Ganjar menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari berbagai intervensi yang telah dilakukan, seperti bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RLTH), penyediaan listrik, air bersih, serta program jambanisasi.
Pada tahun 2022, pihaknya telah berhasil menyelesaikan target sekitar 11.417 bantuan rehabilitasi RLTH, dan tahun ini target bantuan rehabilitasi RTLH akan ditingkatkan menjadi 15 ribu unit.
Kerja sama dengan perusahaan juga telah menjadi bagian penting dalam mengatasi masalah pengangguran dengan mempekerjakan warga dalam proyek padat karya atau memberikan pelatihan yang beragam.
Editor: Komaruddin Bagja