Ganjar Sowan ke Ponpes Ma'hadut Tholabah Tegal, Komitmen Jalankan UU Pesantren
TEGAL, iNews.id - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mendapatkan doa dan dukungan dari para pengasuh dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ma'hadut Tholabah Tegal. Dia pun menegaskan komitmen untuk menjalankan UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Dukungan itu didapat Ganjar saat melakukan safari ke ponpes yang terletak di Jatimulya, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, tersebut pada Kamis (11/1/2024). Dia disambut meriah oleh para santri setiba di lokasi.
Ribuan santri yang berkumpul di sepanjang lorong kompleks pesantren histeris berebut salaman dan tak jarang memanggil nama Ganjar berkali-kali.
Ganjar juga disambut para pengasuh pondok yakni KH Nasihun Isa Mufti (pengasuh putri) dan KH Muhammad Syafii Baidowi (pengasuh putra). Kedua pengasuh itu kemudian menyematkan serban kepada Ganjar.
Galar Bazar Sembako Murah, Nelayan Ganjar Sosialisasikan Program KTP Sakti Ganjar-Mahfud ke Warga Karawang
Setelah itu, Ganjar dan para pimpinan Ponpes Ma'hadut Tholabah melakukan pertemuan tertutup selama 30 menit. Selanjutnya, capres berambut putih tersebut menemui ribuan santri di halaman sekolah setempat.
Dalam kesempatan itu, KH Nasihun Isa Mufti mengaku bahagia bisa menerima kunjungan Ganjar. Dia yakin mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu akan terpilih pada Pilpres 2024.
Kongkow Bareng Followers, Alam Ganjar Bangga Anak Muda Yogyakarta Miliki Segudang Inovasi
"Hari ini kita kedatangan tamu seorang capres, yakni Pak Ganjar. Dan, insyaallah beliau terpilih menjadi presiden 2024," kata KH Nasihun Isa Mufti.
Dia menilai Ganjar sangat peduli dengan nasionalisme karena telah memerangi radikalisme. Dia juga berpesan kepada Ganjar untuk bisa memperhatikan pendidikan pesantren dan pupuk buat petani karena saat ini langka.
Diaspora Indonesia di AS All In Dukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD
"Kita tahu selama menjadi gubernur beliau tegas memberantas radikalisme. Bahkan ada kepala sekolah yang terindikasi radikalisme diancam dipecat, waktu itu," katanya.
"Sekolah lima hari itu kasihan orang tua. Karena sekolahnya sampai sore. Anak-anak butuh waktu untuk mengaji. Dan soal kelangkaan pupuk untuk bisa diperhatikan," katanya.
Prabowo Dorong Pembangunan Giant Sea Wall, Ganjar: Ide Bagus
Menanggapi hal itu, Ganjar berkomitmen akan menjalankan UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. "Tinggal menjalankan karena sudah ada UU Pesantren. Semoga UU itu bisa membangun dan mengembangkan pendidikan pesantren," ujar Ganjar.
Editor: Rizky Agustian