Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter pada 17-20 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Advertisement . Scroll to see content

Gempa Bogor M4,1 Rusak 349 Rumah, BMKG Catat 11 Kali Gempa Susulan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:20:00 WIB
Gempa Bogor M4,1 Rusak 349 Rumah, BMKG Catat 11 Kali Gempa Susulan
Ilustrasi gempa bumi guncang Bogor dan merusak 349 rumah. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Dua gempa bumi yang mengguncang wilayah Bogor, Jawa Barat, pada 15 Oktober 2026 mengakibatkan 349 rumah rusak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 11 kali gempa susulan setelah dua gempa utama tersebut.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas ibadah di Kabupaten Bogor. Sementara itu, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat gempa di wilayah tersebut.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan gempa pertama terjadi pada pukul 17.49.43 WIB dengan magnitudo 3,5. Gempa kedua menyusul pada pukul 17.58.23 WIB dengan magnitudo 4,1.

Kedua gempa tersebut tergolong dangkal, masing-masing dengan kedalaman 9 kilometer dan 5 kilometer.

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kedua gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang diduga dipicu oleh aktivitas sesar aktif,” kata Ayu sapaan akrab Teguh Rahayu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2026).

BMKG juga mencatat 11 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar M1,6 hingga M2,6. Dua di antaranya dirasakan masyarakat. Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah terdampak.

Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah. Intensitas IV MMI dilaporkan di Pamijahan dan Kabandungan. Intensitas III MMI dirasakan di Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak.

Sementara itu, intensitas II MMI dilaporkan di Palabuhanratu, Pabuaran, dan Cicantayan.

BPBD Kabupaten Bogor mencatat 253 rumah dan lima fasilitas ibadah terdampak gempa. Dari total rumah tersebut, sebanyak 222 mengalami rusak ringan, 25 rusak sedang, dan enam rusak berat.

Kerusakan tersebar di tiga desa, yakni Purasari di Kecamatan Leuwiliang serta Cibunian dan Purwabakti di Kecamatan Pamijahan.

Di Desa Purasari, tercatat 55 rumah rusak ringan, 13 rusak sedang, dan tiga rusak berat. Sementara itu, Desa Cibunian melaporkan 70 rumah rusak ringan dan enam rusak sedang. Dua fasilitas ibadah di desa tersebut juga mengalami kerusakan ringan.

Adapun Desa Purwabakti mencatat 97 rumah rusak ringan, enam rusak sedang, dan tiga rusak berat. Selain itu, tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan.

Gempa tersebut juga menyebabkan satu orang mengalami luka ringan. Korban telah mendapatkan penanganan di klinik.

Dampak gempa juga dirasakan warga Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Kepala Stasiun Geofisika Sukabumi, Agung Sabtaji, menyampaikan data BPBD setempat mencatat 96 rumah mengalami kerusakan ringan.

Kerusakan tersebut berdampak pada 106 kepala keluarga (KK) atau 381 jiwa. Sebarannya meliputi empat desa.

Desa Kabandungan mencatat 84 rumah rusak ringan yang berdampak pada 94 KK atau 333 jiwa. Di Desa Tugubandung, sembilan rumah rusak ringan dengan dampak terhadap sembilan KK atau 33 jiwa.

Selanjutnya, Desa Cihamerang melaporkan dua rumah rusak ringan yang berdampak pada dua KK atau 10 jiwa. Sementara itu, Desa Mekarjaya mencatat satu rumah rusak ringan dengan dampak terhadap satu KK atau lima jiwa.

“Berdasarkan laporan kecamatan yang dihimpun, seluruh kerusakan rumah di wilayah tersebut masuk kategori rusak ringan. Laporan tersebut juga tidak mencatat adanya korban meninggal dunia maupun korban luka-luka,” ujarnya.

Sejak 16 Oktober 2026, BMKG melakukan survei lapangan untuk memverifikasi laporan kerusakan dan memeriksa kondisi bangunan di wilayah terdampak. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai dampak guncangan gempa terhadap bangunan dan masyarakat.

Tim survei menghimpun informasi di lapangan untuk melengkapi hasil pemantauan aktivitas kegempaan. Proses verifikasi juga bertujuan memastikan data kerusakan sesuai dengan kondisi aktual sebagai bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam penanganan dampak gempa.

BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di Bogor dan sekitarnya serta berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas, dan pemangku kepentingan terkait untuk menghimpun data yang akurat.

Hasil pemantauan dan survei lapangan digunakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat serta mendukung koordinasi penanganan dampak gempa.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalamnya, terutama jika ditemukan retakan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Apabila bangunan menunjukkan kerusakan yang mengkhawatirkan, masyarakat disarankan menghindari area tersebut dan meminta pemeriksaan dari petugas yang berwenang. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan,” tegas Ayu.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut