Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Peringatkan El Nino Berpotensi Sangat Kuat, Kemarau Diprediksi Lebih Panjang
Advertisement . Scroll to see content

Gempa Bumi M5,7 Guncang Halmahera Barat, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Rabu, 05 Agustus 2026 - 06:46:00 WIB
Gempa Bumi M5,7 Guncang Halmahera Barat, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi berkekuatan M5,7 mengguncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (5/8/2026) pukul 03.16 WIB tidak berpotensi tsunami. (Foto: Dok. BMKG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,7 mengguncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (5/8/2026) pukul 03.16 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7 pada kedalaman 15 kilometer (km). Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1.66° LU; 126.61° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 114 km arah barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara. 

Wijayanto menambahkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," tuturnya.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas: 

1. IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Manado, Minahasa Utara, dan Bitung.

2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Ternate.

Wijayanto memastikan hingga pukul 03.35 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

"Masyarakat diimbau etap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut