Gempa di Sumba, BMKG Catat 244 Kali Gempa Susulan Selama 5 Hari

Binti Mufarida ยท Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:15 WIB
Gempa di Sumba, BMKG Catat 244 Kali Gempa Susulan Selama 5 Hari

Gempa Bumi di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (BMKG)

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatoogi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 244 kali gempa susulan terjadi dalam lima hari. Setelah gempa yang melanda Sumba, Nusa Tenggara Timur dengan kekuatan 5,5 magnitudo pada Rabu, 5 Agustus 2020 lalu.

Hari ini, juga terjadi gempa di Sumba dengan kekuatan 5,0 magnitudo tepat pada pukul 11:52:52 WIB, Lok:9.82 LS, 118.94 BT Kedalaman 10 Km, dirasakan di Tambolaka IV-V MMI, Waingapu III-IV MMI, Bima, Waibakul dan Waikabubak III MMI, Labuan Bajo II MMI.

“Hingga pukul 12.00 WIB, BMKG mencatat gempa sebanyak 244 kali,” ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui dalam keterangannya, Minggu (9/8/2020).

Daryono menjelaskan rentetan gempa di Sumba ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar atau patahan lokal di dasar laut dengan mekanisme penyesaran turun (normal fault). “Hasil analisis mekanisme sumber gempa Sumba Baratdaya ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” katanya.

Daryono juga mengatakan klaster distribusi atau sebaran seismisitas gempa susulan di Sumba Barat daya ini terkonsentrasi di lepas Pantai Ratenggaro, Sumba Barat Daya. “Rentetan gempa di Sumba Barat Daya ini memiliki hiposenter dangkal sekitar 10 km yang merupakan ciri khas aktivitas sesar atau patahan aktif di dasar laut.” katanya.

Dia mengatakan sumber gempa ini belum terpetakan dalam peta tektonik. “Sumber gempa sesar aktif di Sumba Barat Daya ini belum dikenali sebelumnya dan belum terpetakan dalam peta tektonik,” kata Daryono.

Saat ini, ungkap Daryono pihaknya terus melakukan identifikasi dan memetakan sumber gempa sebagai acuan untuk melakukan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. “Upaya identifikasi dan memetakan sumber gempa sesar aktif baik di darat dan di dasar laut sangat penting dilakukan sebagai acuan mitigasi bencana gempabumi dan tsunami,” ucapnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq