Gempa Jakarta, Ini Penjelasan BMKG

Nani Suherni ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 12:38 WIB
Gempa Jakarta, Ini Penjelasan BMKG

Peta guncangan gempa Rangkasbitung. (Foto: BMKG)

JAKARTA, iNews.id - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,4 yang dimutakhirkan menjadi M 5,1 mengguncang Barat Daya Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (7/7/2020) pukul 11.44 WIB. Getaran gempa dirasakan warga Jakarta.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, hasil analisis menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault). 

Data BMKG, guncangan gempa ini dirasakan di daerah Lebak pada skala III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan orang banyak dalam rumah) di Cihara, Rangkasbitung, Bayah, Pandeglang, Malingping, Cibeber, Banjarsari, Sukabumi.

"Kemudian dirasakan skala III MMI di Jakarta, Depok, Bandung II-III MMI dan Tangerang Selatan, Bakauheni pada skala II MMI," ujarnya.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Selain itu BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat kami imbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," katanya.

Editor : Donald Karouw