Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diguncang 2 Gempa Dahsyat M7,7 dan 6,6, Panama Umumkan Keadaan Darurat 
Advertisement . Scroll to see content

Gempa M5,7 Guncang Sukabumi, BMKG: Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:53:00 WIB
Gempa M5,7 Guncang Sukabumi, BMKG: Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia
Gempa M5,7 mengguncang wilayah barat daya Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: BMKG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 8,87 derajat Lintang Selatan dan 106,41 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 209 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," kata Wijayanto dalam keterangannya.

Gempa Terasa hingga Cibitung

BMKG melaporkan, guncangan gempa dirasakan di Surade, Kota Sukabumi, Cibitung, dan Tegalbuleud dengan skala intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seolah-olah ada truk yang sedang melintas.

"Hingga pukul 10.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," ujarnya.

Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut