Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6,2 Guncang Laut Banda Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Gempa M6,4 Guncang Tanimbar Maluku, BMKG: Dipicu Deformasi Lempeng di Laut Banda

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:25:00 WIB
Gempa M6,4 Guncang Tanimbar Maluku, BMKG: Dipicu Deformasi Lempeng di Laut Banda
Ilustrasi gempa. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (29/10/2026) pukul 05.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

BMKG melaporkan episenter gempa terletak pada koordinat 6,34 derajat Lintang Selatan (LS) dan 130,48 derajat Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada di laut, sekitar 203 kilometer barat laut Tanimbar.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulisnya.

Wijayanto menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah yang dipicu aktivitas deformasi di dalam lempeng atau intraslab di Laut Banda.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (Oblique Normal)," kata Wijayanto.

Berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Banda Neira, Tanimbar, Kaimana, dan Sorong. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti sensasi ketika sebuah truk melintas.

Hingga pukul 05.30 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG menyatakan akan terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah tersebut dan menyampaikan perkembangan informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa bumi.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut