Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa NTT, AHY Fokus Buka Akses Terputus Perlancar Distribusi Bantuan
Advertisement . Scroll to see content

Gempa M7,7 NTT, BNPB Bangun RS Lapangan Tangani Korban di Manggarai

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:53:00 WIB
Gempa M7,7 NTT, BNPB Bangun RS Lapangan Tangani Korban di Manggarai
Korban gempa M7,7 di NTT. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus bergerak cepat menangani dampak gempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Salah satu fokus penanganan yakni memastikan layanan medis bagi masyarakat terdampak.

Tim gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bersiaga menyisir sejumlah lokasi untuk mendata dan memverifikasi jumlah korban akibat gempa.

“Untuk mendukung layanan medis kedaruratan, sebuah Rumah Sakit Lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, Minggu (16/8/2026).

Selain layanan medis, pemerintah juga terus memastikan akses mobilitas logistik dan evakuasi dapat berjalan. Jalur lintas darat Larantuka-Maumere saat ini terpantau sudah terhubung dan dapat dilalui.

“Namun, tim penanganan masih berupaya mencari jalur alternatif lain lantaran akses jalan darat penghubung Ende ke Nagekeo hingga kini masih terputus akibat gempa,” ujarnya.

Gempa bumi yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) tersebut memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. Bencana ini juga menimbulkan 47 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa.

Mereka terdiri atas 1.356 jiwa yang mengungsi di GOR Samador dan 2.000 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik pengungsian.

Sementara itu, jumlah pengungsi di Kabupaten Manggarai mencapai 2.078 jiwa. Pengungsi lainnya tercatat berada di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, serta sejumlah wilayah di provinsi berbeda, yakni Bima hingga Kepulauan Selayar.

“Pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian kini menjadi salah satu prioritas penanganan darurat,” tutur Berton.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut