Gerindra Buka Kemungkinan Gabung ke Koalisi Pemerintahan

Aditya Pratama ยท Sabtu, 27 Juli 2019 - 15:29:00 WIB
Gerindra Buka Kemungkinan Gabung ke Koalisi Pemerintahan
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id – Partai Gerindra melihat kemungkinan untuk bergabung ke koalisi pemerintahan. Peluang itu didasari dengan adanya pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) serta Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Apa yang disampaikan Pak Prabowo Subianto di MRT (kereta Moda Raya Terpadu, Jakarta) kemudian dilanjutkan pertemuan Pak Prabowo dengan Bu Megawati Soekarnoputri membuka peluang kemungkinan Partai Gerindra bergabung di pemerintahan. Jadi terbuka kemungkinan itu,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono, seusai mengikuti diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'Utak Atik Manuver Elit' di d'Consulate Resto, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019).

Terkait hubungan antara pertemuan Prabowo-Jokowi, Prabowo-Mega dan beberapa tokoh yang dikaitkan dengan jatah kursi menteri, Ferry menyebut hal tersebut terlalu jauh untuk dibahas. Alasannya, penentuan menteri adalah ranah Jokowi selaku presiden.

“Karena soal kursi soal menteri itu hak prerogatif. Jadi menurut saya harus dibedakan antara Pak Prabowo memberi masukan terhadap soal-soal yang lebih besar, soal kemandirian, soal apa, dengan soal nitip menteri, dan sebagainya. Saya rasa enggak,” kata Ferry.

Mengenai peluang Gerindra masuk koalisi pendukung pemerintah, Ferry menyebut itu kembali diserahkan kepada Jokowi. Apakah nanti partainya dibutuhkan di dalam pemerintahan atau tidak, itu terserah presiden.

“Itu juga sangat tergantung dari apakah Pak Jokowi sebagai presiden merasa bahwa beliau perlu untuk mengajak partai partai di luar koalisinya, atau sejauh mana Pak Jokowi sebagai presiden kemudian bisa mau menyelesaikan masalah bersama sama,” ucapnya.

“Maka itu gerindra tidak akan minta jabatan, tapi Pak Prabowo akan membantu bila diperlukan,” tuturnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Bagikan Artikel: