Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Bertemu PM Australia Albanese, Perkuat Kerja Sama Pendidikan hingga Ekonomi
Advertisement . Scroll to see content

Gerindra: Logistik dan Uang AHY Jauh Lebih Besar daripada Sandiaga Uno

Kamis, 09 Agustus 2018 - 10:03:00 WIB
Gerindra: Logistik dan Uang AHY Jauh Lebih Besar daripada Sandiaga Uno
Agus Harimurti Yudhoyono (kiri), Anies Baswedan (tengah), dan Sandiaga Uno (kanan). (Foto: SINDOnews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Partai Gerindra menepis pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, yang menuduh Sandiaga Uno membayar Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ‎demi mengamankan posisi calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Prabowo Subianto. Tuduhan tersebut dinilai tidak masuk akal.

Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid mengatakan, Sandiaga Uno sebenarnya tidak punya ambisi untuk menjadi cawapres Prabowo. Namun, berdasarkan hasil pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Sandiaga akhirnya dipilih sebagai calon alternatif untuk koalisi yang telah dibangun Prabowo.

“SU (Sandiaga Uno) sama sekali tidak ambisi ja‎di wapres. Jadi, untuk apa bagi-bagi uang? SU diajukan sebagai alternatif yang dapat diterima koalisi,” kata Sodik di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Sodik pun tidak terima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut “jenderal kardus” oleh Andi Arief. ‎Menurut dia, pertimbangan Gerindra memilih Sandiaga Uno daripada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bukan karena sebatas materi.

Dia mengatakan, jika memang Gerindra lebih mementingkan uang darpiada yang lainnya, Prabowo tentu akan lebih memilih AHY. Pasalnya, logistik yang dimiliki AHY jauh lebih besar daripada Sandiaga Uno. “Kalau atas dasar pertimbangan uang, maka Prabowo‎ Subianto lebih memilih AHY daripada SU. Logistik dan uang AHY jauh lebih besar. Tapi, bukan itu pertimbangannya. P‎rabowo dan Gerindra tidak pernah menjadikan uang sebagai dasar pertimbangan utama, apalagi satu-satunya dasar,” ujar Sodik.

Sebelumnya, Andi Arief mengungkapkan kemarahannya di media sosial Twitter. Dia menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai “jenderal kardus” karena mementingkan uang daripada perjuangan. Dalam cuitannya, Arief menyebut sikap Prabowo berubah drastis. “Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS,” katanya di akun Twitter, Rabu (8/8/2018).

Andi Arief menuding sikap Prabowo tidak mencerminkan seorang pemimpin. Karenanya, dia menilai Partai Demokrat tidak cocok berkoalisi dengan Partai Gerindra di Pilpres 2019. “Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami,” ucapnya.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut