Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Naik, Menkeu Ungkap Angkanya
Advertisement . Scroll to see content

GREAT Institute Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2-5,4 Persen di Kuartal III 2026

Senin, 02 November 2026 - 09:43:00 WIB
GREAT Institute Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2-5,4 Persen di Kuartal III 2026
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - GREAT Institute memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 mencapai 5,2–5,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Proyeksi ini didukung sejumlah indikator ekonomi sepanjang Juli hingga September 2026, mulai dari penguatan sektor manufaktur, peningkatan investasi, pertumbuhan kredit, hingga mobilitas masyarakat.

Peneliti GREAT Institute Adhamaski Pangeran mengatakan, berbagai indikator tersebut menunjukkan aktivitas produksi dan permintaan domestik masih berlangsung di tengah dinamika perekonomian global.

“GREAT Institute memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2026 berada di kisaran 5,2–5,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Proyeksi ini didukung oleh sejumlah indikator positif sepanjang Juli–September 2026,” ujar Adhamaski, Senin (2/11/2026).

Dari sisi produksi, aktivitas manufaktur menunjukkan penguatan. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Bank Indonesia yang mencapai 52,28 dan PMI S&P Global sebesar 52,4. Kedua indikator tersebut berada di zona ekspansi, yang menunjukkan aktivitas manufaktur masih tumbuh.

“Aktivitas manufaktur menguat, tercermin dari PMI-BI yang mencapai 52,28 dan PMI S&P Global sebesar 52,4,” kata Adhamaski.

Selain sektor manufaktur, realisasi investasi juga mencatat pertumbuhan 7,6 persen menjadi Rp528,7 triliun. Perkembangan tersebut diikuti pertumbuhan kredit investasi sebesar 23,20 persen dan kredit modal kerja sebesar 11,89 persen.

Menurut Adhamaski, peningkatan investasi dan penyaluran kredit menjadi indikator yang mendukung aktivitas ekonomi nasional, terutama melalui pembiayaan kegiatan usaha dan pengembangan kapasitas produksi.

“Realisasi investasi tumbuh 7,6% menjadi Rp528,7 triliun, diikuti pertumbuhan kredit investasi sebesar 23,20% dan kredit modal kerja 11,89%,” ungkapnya.

Dari sisi mobilitas masyarakat, perjalanan wisatawan nusantara tumbuh 9,28 persen, sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 4,63 persen. Peningkatan tersebut turut menggambarkan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan jasa.

“Mobilitas masyarakat juga meningkat, tercermin dari pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara sebesar 9,28% dan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 4,63%,” jelas Adhamaski.

Berdasarkan perkembangan sejumlah indikator tersebut, GREAT Institute menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah dinamika perekonomian global. Adhamaski pun mempertahankan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026.

“Berbagai indikator tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap resilien. Dengan perkembangan ini, GREAT Institute mempertahankan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 akan mencapai 5,3–5,6%,” pungkasnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut