Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Ditangkap, Ini Alasan 6 Aktivis Greenpeace Sempat Dibawa ke Polda Metro Jaya 
Advertisement . Scroll to see content

Greenpeace Sebut Aktivis Panjat Patung Bundaran HI Terlatih dan Dibekali Alat Keselamatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:18:00 WIB
Greenpeace Sebut Aktivis Panjat Patung Bundaran HI Terlatih dan Dibekali Alat Keselamatan
Greenpeace menegaskan enam aktivis yang memanjat Patung Bundaran HI membentangkan spanduk kritik terkait iklim dan lingkungan merupakan personel terlatih. (Foto: Dok)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Greenpeace Indonesia menegaskan enam aktivis yang memanjat Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, membentangkan spanduk kritik terkait iklim dan lingkungan merupakan personel terlatih. Mereka dilengkapi peralatan keselamatan memadai.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan aksi memanjat gedung atau monumen bukan hal baru bagi organisasinya. Karena itu, kemampuan teknis personel dan kesiapan peralatan keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap kampanye.

Jeanny menjelaskan, para sukarelawan yang bertugas memanjat monumen telah dibekali keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan aksi tersebut.

"Kalau naik ke Patung Bundaran HI sebenarnya bukan hal yang sulit. Yang pertama, kami sendiri, Greenpeace Indonesia, adalah lembaga lingkungan yang memang kerap kali melakukan kampanye-kampanye dengan cara-cara tertentu, salah satunya adalah memanjat. Yang mana berarti teman-teman kami, volunteers, dan tim kami itu diperlengkapi dengan kemampuan-kemampuan serupa," ujar Jeanny, dikutip dari program iNews Siang di iNews TV, Kamis (22/10/2026).

Dia menambahkan, aspek keselamatan juga mencakup kesiapan peralatan untuk memanjat hingga proses penyelamatan saat aktivis turun dari ketinggian. Peralatan yang digunakan antara lain tali, harness atau sabuk pengaman, serta perangkat penyelamatan.

"Jadi, dan kalau dilihat sendiri begitu alat-alat yang kami gunakan misalnya itu alat-alat yang kita bisa bilang proper, alat panjat yang proper, ada harness yang proper, tile yang proper dan bahkan sampai alat rescue-nya pun ketika teman-teman turun dari Patung Selamat Datang itu proper, itu yang pertama. Jadi kami terlatih dan punya alat yang cukup untuk melakukan kampanye-kampanye seperti ini," ucapnya.

Terkait akses menuju bagian atas monumen, Jeanny menyebut para aktivis menggunakan tangga yang tersedia untuk keperluan pemeliharaan atau *maintenance*. Menurut dia, tidak ada metode khusus yang digunakan untuk mencapai bagian atas Patung Selamat Datang.

"Dan bagaimana caranya, sebenarnya bukan hal yang sulit selain karena keahlian, tapi juga kalau dilihat kan sebenarnya di Bundaran HI juga ada tangga yang biasa dipakai untuk maintenance. Jadi sebenarnya teman-teman naik lewat situ. Itu bukan ada hal khusus gitu yang digunakan, nggak ada sih sebenarnya," katanya.

Sebelumnya, enam aktivis Greenpeace menggelar kampanye dengan membentangkan spanduk berisi kritik terhadap persoalan iklim, lingkungan, dan penurunan biaya hidup di Patung Selamat Datang, Bundaran HI.

Aksi tersebut sempat dihentikan aparat kepolisian karena dinilai berisiko terhadap keselamatan para aktivis. Setelah negosiasi berlangsung selama beberapa jam, keenam aktivis akhirnya bersedia turun dari monumen.

Karena kondisi fisik yang menurun, mereka sempat dibawa ke Biddokkes Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan medis. Polisi juga mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak mengabaikan faktor keselamatan.

Setelah menjalani proses di Polda Metro Jaya selama kurang lebih 12 jam, keenam aktivis tersebut dibebaskan. Polisi memastikan tidak menemukan unsur pidana dalam aksi itu.

Selama berada di kepolisian, para aktivis diminta mengisi data identitas dan menjelaskan kronologi kejadian. Mereka tidak menjalani pemeriksaan formal.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut