Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nelayan Banten Nekat Tetap Melaut di Tengah Guyuran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mendikdasmen Buka Opsi PJJ di Daerah Terdampak

Minggu, 06 September 2026 - 17:17:00 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mendikdasmen Buka Opsi PJJ di Daerah Terdampak
Mendikdasmen Abdul Mu’ti. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka opsi bagi pemerintah daerah yang terdampak erupsiGunung Anak Krakatau jika ingin menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin (7/9/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, pemerintah daerah merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi terkini di wilayah masing-masing. Karena itu, kebijakan pembelajaran disesuaikan dengan situasi di lapangan.

“Baik, yang pertama kami tentu saja sekali lagi menyarankan kepada para guru, para murid untuk mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah,” ujar Mu'ti dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Mu'ti menegaskan, apabila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan PJJ, seluruh sekolah harus mengikuti kebijakan tersebut.

“Jadi kalau di Jakarta sudah ditetapkan bahwa pembelajaran di Jakarta mulai besok diselenggarakan secara daring, maka semuanya harus mengikuti aturan pemerintah daerah,” tuturnya.

Sementara itu, untuk daerah lain yang belum menetapkan kebijakan PJJ, Kemendikdasmen mendorong pemerintah daerah segera memberikan informasi kepada masyarakat.

Hal tersebut penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan siswa maupun tenaga pendidik di tengah kondisi abu vulkanik yang masih dinamis.

“Nah, untuk daerah-daerah lain yang belum membuat keputusan, kami sangat mengharapkan agar dapat sesegera mungkin memberikan informasi sebagai panduan bagi masyarakat sehingga dapat dihindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama adalah keselamatan dan kesehatan bagi para murid dan guru,” kata dia.

Sebelumnya, Mu'ti menjelaskan pelaksanaan pembelajaran di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak bisa disamaratakan.

Menurutnya, kondisi sebaran abu masih dinamis karena dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk arah angin.

“Karena memang saya mengikuti dari BNPB, situasi yang terkait dengan dampak dari abu vulkanik ini kan masih terus dinamis karena sangat dipengaruhi juga oleh arah angin dan sebagainya, sehingga kami tidak dapat menetapkan daerah-daerah mana yang memang dia harus pembelajaran di rumah,” kata Mu'ti.

Dia menegaskan keselamatan dan kesehatan warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode pembelajaran.

“Jadi karena prioritas, maka kalau memang dinyatakan oleh otoritas yang berwenang bahwa daerah itu memang sangat berbahaya, ya jangan dilakukan pembelajaran di sekolah. Nah, kalau misalnya oleh otoritas dinyatakan masih memungkinkan, itu pun tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ucapnya.

Untuk wilayah yang masih memungkinkan menggelar pembelajaran tatap muka, sekolah diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan mengamankan ruang kelas dari masuknya abu vulkanik.

“Pertama, jangan banyak melakukan kegiatan di luar kelas atau bahkan mungkin dilarang sama sekali kegiatan di luar kelas seperti olahraga dan sebagainya. Yang kedua, ketika kegiatan di dalam kelas diusahakan semaksimal mungkin agar jendela, pintu, dan mungkin fasilitas lain yang memungkinkan debu masuk kelas juga dapat diamankan sehingga anak-anak dapat belajar dengan sebaik-baiknya,” kata Mu'ti.

Dia kembali menegaskan bahwa keputusan pembelajaran mengikuti kondisi serta kebijakan pemerintah daerah masing-masing.

“Jadi sekali lagi, daerah-daerah yang memang dia tidak aman, maka sangat dianjurkan untuk tidak melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka di sekolah, tapi semuanya mengikuti ketentuan dari masing-masing pemerintah daerah,” tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut