Gunung Anak Krakatau Masih Level III Siaga, PVMBG: Potensi Letusan Masih Tinggi
JAKARTA, iNews.id - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung masih berstatus Level III (Siaga). Pihaknya memperkirakan potensi letusan masih tinggi.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan erupsi Strombolian yang kembali terjadi untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang.
"Kembalinya erupsi strombolian sebagai karakteristik erupsi Gunungapi Anak Krakatau, untuk sementara ini diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang. Meskipun demikian, perkembangan dinamika vulkanisme Gunungapi Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi," kata Lana dalam laporan evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026).
Meski episode erupsi menerus sudah berakhir, Badan Geologi tetap menilai potensi letusan Gunung Anak Krakatau masih tinggi.
"Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah masih tinggi," ujar Lana.
Saat ini, bahaya erupsi yang perlu diwaspadai berupa lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Jika erupsi menerus kembali terjadi, terdapat pula potensi bahaya aliran lava.
Badan Geologi masih merekomendasikan masyarakat sekitar Gunung Anak Krakatau dan wisatawan tidak memasuki ataupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
"Masyarakat yang terdampak abu vulkanik juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan," imbaunya.
Sebelumnya, PVMBG mencatat aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih berlangsung berdasarkan evaluasi hingga 8 September 2026. Pada periode 7-8 September 2026, tercatat dua kali gempa erupsi, empat kali gempa hembusan, 76 kali gempa low frequency, 100 kali gempa hybrid/fase banyak, delapan kali gempa vulkanik dangkal, serta sembilan kali gempa vulkanik dalam.
Sebelumnya, satu episode erupsi menerus dimulai pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Episode tersebut berlangsung selama 25 jam.Setelah erupsi menerus berakhir, hingga 8 September 2026 tercatat enam kali erupsi Strombolian.
Editor: Puti Aini Yasmin