Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Muncul Fenomena Kawah Telur Ceplok usai Anak Krakatau Erupsi, Ini Penjelasan Pakar
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Anak Krakatau Turun Status Jadi Waspada, Warga Tetap Diminta Tak Mendekat

Selasa, 22 September 2026 - 08:12:00 WIB
Gunung Anak Krakatau Turun Status Jadi Waspada, Warga Tetap Diminta Tak Mendekat
Gunung Anak Krakatau (Dok. ESDM/PVMBG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Status Gunung Anak Krakatau diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) mulai 21 September 2026 per pukul 18.30 WIB. Penurunan status dilakukan setelah aktivitas gunung api tersebut menunjukkan tren penurunan.

Badan Geologi mencatat, Gunung Anak Krakatau mengalami 224 kali erupsi hingga 3 September 2026. Kemudian, pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB, terjadi erupsi menerus selama 25 jam.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 21 September 2026 pukul 18.30 WIB," ujar Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Berdasarkan pantauan data citra satelit, erupsi menerus tersebut menghasilkan aliran lava yang mengalir ke arah barat laut, barat, barat daya dari pusat erupsi. Meskipun mengalami tujuh kali erupsi strombolian setelah berhentinya erupsi menerus, aktivitas Gunung Anak Krakatau cenderung menurun hingga 20 September 2026 pukul 00.00 WIB.

Gejala penurunan aktivitas juga didukung data deformasi yang memperlihatkan adanya penurunan atau deflasi.

Dengan status Level II (Waspada), masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau serta pengunjung, wisatawan, dan pendaki tetap diminta mematuhi rekomendasi keselamatan.

"Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar dan hujan abu lebat," kata Lana.

Badan Geologi juga mengimbau masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami.

"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," ujar Lana.

Anak Krakatau merupakan gunung api aktif tipe A di perairan Selat Sunda yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut