Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Ibu Erupsi Beruntun 4 Kali Pagi Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 500 Meter
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Semeru 5 Kali Erupsi sejak Dini Hari, Status Masih Siaga

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:09:00 WIB
Gunung Semeru 5 Kali Erupsi sejak Dini Hari, Status Masih Siaga
Gunung Semeru erupsi lima kali sejak Senin (26/10/2026) dini hari hingga pagi. (Foto: PVMBG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gunung Semeru di Jawa Timur lima kali erupsi sejak Senin (26/10/2026) dini hari hingga pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 00.42 WIB. Letusan tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 12 detik.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan amplitudo maksimum 11 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 21 detik. Letusan tersebut disertai guguran.

Selanjutnya, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.30 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 57 detik.

Erupsi keempat terjadi pada pukul 08.41 WIB dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 5 detik.

Sementara itu, erupsi kelima tercatat pada pukul 10.03 WIB. Letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 55 detik.

Dalam kelima laporan tersebut, tinggi kolom abu tidak teramati. PVMBG juga menyatakan erupsi masih berlangsung saat laporan aktivitas pukul 06.37 WIB, 07.30 WIB, 08.41 WIB, dan 10.03 WIB dibuat.

Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

"Masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)," tulis keterangan PVMBG.

Masyarakat juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

PVMBG turut meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat mengalir melalui sungai maupun lembah yang berhulu di puncak gunung.

"Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," demikian kata PVMBG.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut