Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Muntahkan Awan Panas Guguran ke Arah Besuk Kobokan
JAKARTA, iNews.id - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11/2026) pagi. Erupsi yang terjadi pukul 08.09 WIB tersebut disertai awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer (km) ke arah tenggara, tepatnya di Besuk Kobokan.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati sekitar 100 meter di atas puncak atau 3.776 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi ± 4 menit 45 detik," tulis laporan PVMBG, Sabtu (7/11/2026).
PVMBG juga mencatat erupsi tersebut disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh kurang lebih 3.500 meter ke arah tenggara atau sepanjang Besuk Kobokan.
Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Masyarakat yang beraktivitas di luar jarak tersebut juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
"Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru," tulis PVMBG dalam rekomendasinya.
Adapun sejumlah wilayah aliran sungai yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
Editor: Aditya Pratama