Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Haru Pegawai SPPG Tanti Bujuk Ortu yang Tolak MBG demi Lihat Senyum Anak-Anak
Advertisement . Scroll to see content

Guru dan Siswa Positif Covid-19, Kemendikbud Klaim Bukan karena Sekolah Dibuka

Jumat, 14 Agustus 2020 - 04:20:00 WIB
Guru dan Siswa Positif Covid-19, Kemendikbud Klaim Bukan karena Sekolah Dibuka
Para pelajar menjalani rapid test Covid-19. (Foto: iNews/Febriyono Tamenk).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengklaim temuan kasus guru dan siswa terkonfirmasi positif Covid-19 di sejumlah daerah bukan karena pembukaan sekolah. Mereka tertular pasien yang sebelumnya terinfeksi virus corona di rumah atau lingkungannya.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri mengatakan, saat sekolah dibuka maupun ditutup, pasti ada risikonya. Tapi kasus yang ada saat ini bukan karena kegiatan sekolah tatap muka.

"Di Kota Balikpapan (Kalimantan Timur), ada satu guru yang terpapar COVID-19 dan ternyata tertular dari tetangganya, dan dia tidak dalam posisi ada di sekolah," kata Jumeri di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Guru tersebut sudah melakukan isolasi mandiri dan tidak ikut kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu. Selain itu belum ada aktivitas sekolah tatap muka di daerah tersebut.

Begitu juga di Papua, kata dia, bukan terjadi sejak Agustus ini. Dia memastikan, penularan virus corona di daerah tersebut merupakan akumulasi sejak Maret 2020, bukanlah klaster sekolah.

Begitu juga yang terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), ada 14 siswa dan guru yang dinyatakan reaktif rapid test. Pemeriksaan ini dilakukan sebelum aktivitas sekolah dimulai.

"Ini contoh yang baik, yang bisa kita sebarkan kepada seluruh pemerintah daerah sebelum membuka daerah," ujar dia.

Selanjutnya, untuk peristiwa Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), ada seorang siswa SD yang tertular orang tuanya yang berprofesi sebagai pedagang keliling daerah.

Padahal siswa tersebut sekolah di SD pedalaman dan terpencil. Dia belum melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, melainkan dalam kelompok-kelompok kecil.

"Karena tidak bisa belajar online, jadi belajar dalam kelompok kecil. Gurunya yang mendatangi mereka. Tapi hasil penelusuran, dia tertular orang tuanya," katanya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut