Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! BMKG Prediksi El Nino Berlanjut hingga 2027, Kekeringan Diramal Makin Parah
Advertisement . Scroll to see content

Hadapi Ancaman Kekeringan, Ini Sejumlah Jurus Menteri PU Dody Hanggodo

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 17:48:00 WIB
Hadapi Ancaman Kekeringan, Ini Sejumlah Jurus Menteri PU Dody Hanggodo
Kementerian PU menyiapkan infrastruktur untuk menghadapi ancaman kekeringan (dok. Kementerian PU)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. Selain mengoptimalkan bendungan dan waduk, Kementerian PU mengandalkan 10.789 sumur bor sebagai salah satu instrumen utama menjaga ketersediaan air.

Sumur bor tersebut memiliki kapasitas lebih dari 114.000 meter kubik per detik dan disiagakan untuk mendukung pasokan air bagi masyarakat maupun sektor pertanian di daerah yang terdampak kekeringan. Di samping itu, bendungan, embung dan waduk juga terus dioptimalkan guna menjaga keberlanjutan suplai air, terutama saat musim kemarau maupun fenomena El Nino.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pengelolaan infrastruktur sumber daya air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

“Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah," kata Dody dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

"Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” ujarnya.

Selain mengoptimalkan infrastruktur yang telah tersedia, kementerian juga mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air dapat berjalan lebih efisien. Pemerintah turut menyiapkan berbagai peralatan untuk menghadapi kondisi darurat akibat kekeringan.

Peralatan yang disiagakan meliputi 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, serta 49 mesin bor yang dapat dikerahkan ke wilayah terdampak. Kementerian PU juga melakukan pendataan daerah rawan kekeringan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah adaptasi menghadapi musim kemarau.

Di sektor pertanian, Kementerian PU mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang dinilai mampu mengurangi penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya air di tengah meningkatnya risiko kekeringan.

Pemerintah juga terus mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur sumber daya air, mulai dari bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air nasional.

Saat ini, Kementerian PU mengelola 240 bendungan dengan kapasitas tampung total mencapai 7,89 miliar meter kubik. Selain itu, terdapat 601 situ dan danau dengan volume tampungan sekitar 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di berbagai daerah.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut