Hadiah OSN 2026 Sempat Disorot karena Turun, Mendikdasmen Buka Opsi Naik Tahun Depan
JAKARTA, iNews.id - Hadiah Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 yang sempat disorot karena turun direspons Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Pemerintah memastikan besaran uang pembinaan tahun ini tetap dipertahankan dan membuka peluang meningkatkan hadiah pada OSN 2027.
"Mudah-mudahan di tahun depan sistemnya kita perbaiki dan hadiahnya kita tingkatkan lagi," kata Mu'ti di Jawa Timur, dikutip Rabu (23/9/2026).
Nominal hadiah OSN 2026 sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik setelah muncul informasi mengenai besaran uang pembinaan yang lebih rendah untuk sejumlah jenjang. Mu'ti memastikan pemerintah tetap memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil meraih prestasi.
"Pemerintah juga menyatakan tengah mencari skema pembiayaan agar penghargaan kepada para talenta sains tersebut dapat ditingkatkan pada tahun berikutnya," ujarnya.
Untuk jenjang SD, MI, dan sederajat, peraih medali emas mendapatkan uang pembinaan Rp15 juta. Medali perak memperoleh Rp10 juta, sedangkan medali perunggu Rp5 juta.
Besaran yang sama berlaku bagi peraih medali OSN jenjang SMP, MTs, dan sederajat. Peraih emas mendapatkan Rp15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp5 juta.
Sementara itu, nominal penghargaan untuk jenjang SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat lebih besar. Peraih medali emas memperoleh Rp25 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp15 juta.
"Medali emas Rp25 juta, medali perak Rp20 juta, medali perunggu Rp15 juta," ujar Mu'ti.
OSN 2026 jenjang pendidikan menengah diikuti 566 talenta sains dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkompetisi dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika.
Dari 566 finalis tersebut, sebanyak 45 peserta meraih medali emas, 90 peserta meraih medali perak, dan 135 peserta memperoleh medali perunggu.
Para peserta merupakan talenta yang telah melewati rangkaian seleksi sebelum mencapai tingkat nasional. Persaingan tersebut tidak hanya melibatkan siswa dari sekolah unggulan di kota-kota besar, tetapi juga peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Mu'ti menambahkan, tingginya partisipasi menunjukkan OSN tidak sekadar menjadi ajang kompetisi akademik. Menurutnya, OSN juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menemukan dan membina talenta sains sejak usia sekolah.
"Pemerintah juga menekankan bahwa penghargaan OSN tidak berhenti pada medali dan uang pembinaan. Para peraih medali memiliki peluang untuk mengikuti pembinaan talenta dan seleksi menuju kompetisi sains internasional," tutur dia.
Kemendikdasmen menyebut peserta berprestasi juga berkesempatan mengikuti pembinaan di Pelatnas, program pengembangan talenta, beasiswa, hingga peluang masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
Editor: Rizky Agustian