Dinilai Hambat Kreativitas, RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Resahkan Mahasiswa

Sindonews ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 16:16 WIB
Dinilai Hambat Kreativitas, RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Resahkan Mahasiswa

Ilustrasi, mahasiswa menyampaikan aspirasi. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan dan Ketahanan Siber dinilai akan menghambat inovasi dan kreativitas mahasiswa dalam berkarya. Melalui RUU tersebut semua kreativitas mahasiswa harus mendapatkan lisensi dari Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).

Avindra, mahasiswa jurusan IT Universitas Moestopo Beragama mengatakan, izin lisensi yang mengharuskan dari BSSN tidak baik bagi perkembangan bangsa. Izin lisensi tersebut bisa menutup kesempatan lapangan pekerjaan.

“Jadi itu (RUU Keamanan dan Ketahanan Siber) membatasi mahasiswa. Tadinya dia punya bakat, misalnya punya bakat suatu aplikasi sementara mereka sudah punya lisensi internasional masa harus minta (lisensi) ke BSSN lagi? Belum tentu bisa dikasih lisensi atau disetujui kalau mereka punya kepentingan,” ujar Avindra di Jakarta, Senin (12/8/2019).

BACA JUGA:

AFDI: RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Tak Perlu Dipaksakan Selesai Tahun Ini

BSSN Berharap RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Selesai Tahun Ini

Kekhawatiran yang sama juga disampaikan Rafif Ramadhan Al Yarda, mahasiswa Jurusan IT Universitas Nasional, Jakarta. Menurutnya, RUU Keamanan dan Ketahanan Siber sebaiknya tidak disahkan karena akan menghambat kreativitas mahasiswa di bidang IT.

“Menurut saya RUU itu sebaiknya ditiadakan saja karena kalaupun direvisi itu hanya menghambat kreativitas mahasiswa atau industri lain untuk berkembang di dunia IT,” kata Rafif.

Dia menyarankan, pemerintah sebaiknya memperbaiki UU yang ada daripada membuat aturan baru. “Saran saya, daripada membentuk aturan baru yang akan menutupi UU yang sudah ada, lebih baik memperbaiki UU yang sudah ada,” ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi