Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jokowi Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Mantan Presiden dan Wapres, Bahas 2 Hal Ini
Advertisement . Scroll to see content

Hanif Dhakiri: Jokowi Realisasikan 10,5 Juta Lapangan Pekerjaan Baru

Sabtu, 02 Maret 2019 - 22:10:00 WIB
Hanif Dhakiri: Jokowi Realisasikan 10,5 Juta Lapangan Pekerjaan Baru
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhammad Hanif Dhakiri mengungkapkan, selama empat tahun terakhir Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuka sekitar 10,5 juta lapangan kerja baru.

Apalagi, pada awal masa pemerintahannya, Jokowi menargetkan 10 juta pekerjaan yang harus dibuka di seluruh wilayah Indonesia dalam kurun waktu lima tahun masa jabatannya.

"Sampai hari ini masa pemerintahan Presiden Jokowi masih terhitung empat tahun dan telah membuka sekitar 10,5 juta lapangan pekerjaan. Artinya selama masa pemerintahan Jokowi telah terbuka sekitar 2 juta lapangan pekerjaan per tahun," katanya saat berkampanye untuk pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf Amin di Surabaya, Sabtu (2/3/2019).

Hanif yang di pemerintahan Jokowi menjabat sebagai menteri ketenagakerjaan ini juga memastikan pemerintahan era Jokowi telah berhasil menekan angka pengangguran. Hal itu terlihat dari angka pengangguran yang semula 6,1 persen menjadi 5,3 persen.

"Angka pengangguran sebesar 5,3 persen ini tercatat sebagai yang paling rendah selama masa reformasi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hanif juga menyebut Presiden Jokowi selama empat tahun terakhir telah menekan angka kemiskinan di bawah 10 persen. "Tepatnya angka kemiskinan di Indonesia sekarang adalah 9,8 persen. Itu merupakan angka paling rendah sepanjang sejarah," kata Hanif.

Dia menjelaskan, statisik kemiskinan di suatu negara biasanya dihitung menggunakan "Rasio Gini". "Semakin tinggi Rasio Gini-nya, semakin tinggi pula tingkat kemiskinannya. Rasio Gini di Indonesia dulu sebesar empat persen dan sekarang adalah 0,38 persen," katanya.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut