Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang Iran vs AS-Israel Memanas, PDIP Terbitkan Instruksi Waspadai Lonjakan Harga BBM
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Dunia Menggila, Bahlil Jamin BBM Subsidi Tak Naik Jelang Lebaran

Senin, 09 Maret 2026 - 13:41:00 WIB
Harga Minyak Dunia Menggila, Bahlil Jamin BBM Subsidi Tak Naik Jelang Lebaran
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan sejauh ini pemerintah belum berencana untuk menaikkan harga BBM subsidi. (Foto: Iqbal Dwi Purnama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait harga minyak dunia yang melonjak ke 100 dolar AS per barel. Angka ini melampaui asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di angka 70 dolar AS per barel.

Bahlil menuturkan, kenaikan tersebut merupakan dampak dari eskalasi terjadi antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran hingga menyebabkan penutupan Selat Hormuz. Selat ini menjadi jalur perdagangan energi global dengan pangsa pasar hingga 20 persen. 

"Memang kalau kita melihat, posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui 100 dolar AS per barel. Inilah yang terjadi di global akibat dampak dari perang Iran melawan Israel dan Amerika," ucap Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Bahlil memastikan sejauh ini pemerintah belum berencana untuk menaikkan harga BBM subsidi. Namun demikian, untuk BBM non-subsidi, harganya mengikuti volatilitas harga minyak dunia saat ini. 

"Tapi sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi," tuturnya.

Selain itu, Bahlil memastikan ketersediaan stok BBM nasional tidak ada masalah meski sampai 21 hari. Justru yang perlu menjadi perhatian serius adalah dampak peningkatan harga yang sudah melampaui asumsi makro APBN. Kondisi ini praktis mengancam anggaran subsidi yang nembengkak jika harus menutup kekurangan lebih besar. 

"Problem kita sekarang bukan stok, stok tidak ada masalah, sudah ada semua. Kita itu sekarang tinggal di harga. Nah kita sekarang sedang men-exercise untuk melakukan langkah yang komprehensif," tuturnya.

Sebagai informasi, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 13,53 persen ke level 103,2 dolar AS per barel pada perdagangan, Senin (9/3/2026) pukul 13.00 WIB. Sementara untuk minyak acuan global Brent mengalami penguatan 16,19 persen ke level 107,7 dolar AS per barel. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut